Home Dunia Inilah Nota Keprihatinan Ahli atas Sembilan Titik Imaginer Tiongkok

Inilah Nota Keprihatinan Ahli atas Sembilan Titik Imaginer Tiongkok

399
0
SHARE
ENERGYWORLD – Memperhatikan isu yang akhir-akhir ini, yaitu tentang kalim Tiongkok atas wilayah traditional fishing ground yang menjorok masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia atau yang dikenal istilah sembilan dash line.
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) dan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) mempertanyakan sikap yang dilakukan Tiongkok.
“Kami mendukung sikap pemerintah yang mempertanyakan klaim Tiongkok atas sembilan dash line. Dan kami sangat keberatan atas munculnya beberapa peta terkait wilayah kedaulatan NKRI yang digunakan sebagai materi oleh beberapa pihak, termasuk badan-badan pemerintahan yang didalamnya masih memuat sembilan dash line. Karena hal itu bertentangan dengan sikap pemerintah yang mempertanyakan klaim Tiongkok tersebut,” terang mereka, dalam sebuah surat nota keprihatinan yang diterima redaksi Energyworld di Jakarta.
Selain itu, para ikatan ini juga meminta seluruh peta yang digunakan dalam semua forum terbuka, formal dan ilmiah untuk tidak memuat sembilan dashed line. 
“Langkah ini sebagai bentuk dukungan dan konsistensi dengan sikap pemerintah yang mempertanyakan sembilan dash line,” terang mereka.
Beberapa waktu lalu sindonews.com melansir bahwa Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanantha Nassir mengatakan, Indonesia terus meminta klarifikasi China soal nine dash line di kawasan Laut China Selatan. Nine dash line adalah sembilan titik imaginer yang menunjukkan klaim China atas sebagian besar wilayah di Laut China Selatan

“Kami telah meminta klarifikasi dari China mengenai apa yang dimaksud dengan nine dash line. Sejauh ini, belum ada klarifikasi mengenai hal itu,” kata Arrmanantha saat briefing mingguan pada waktu itu.

Sebelumnya, diplomat Indonesia yang kerap disapa Tata tersebut juga mengatakan, Indoensia tidak mengakui sembilan garis imaginer tersebut. Ini dikarenakan, hal tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional.

Nine dash line adalah sebuah klaim. Bagi Indonesia. Kita sudah menyampaikan beberapa kali kepada Pemerintah China, bahwa klaim tersebut tidak berdasarkan hukum internasional. Kita juga sudah sampaikan pada UNCLOS, jadi posisi Indonesia sudah jelas,” ucapnya.

Sembilan titik imaginer itu sendiri merupakan salah satu penyebab munculnya konflik di wilayah Laut China Selatan. Klaim ini memancing emosi sejumlah negara yang turut mengklaim memiliki hak di wilayah yang jadi jalur perdagangan dunia itu. -rza/dbs