Home Ekbiz Corporate Siemens dan KPC Sinergikan Teknologi Ramah Lingkungan

Siemens dan KPC Sinergikan Teknologi Ramah Lingkungan

122
1
SHARE
Stefanus R. Arif, Head of Digital Factory Division Head of Process Industries and Drives Division PT Siemens Indonesia, Poltak Tarcisius Sinaga General Manager – Divisi Penanganan dan Pengolahan Batubara PT Kaltim Prima Coal dan Christian Darmali General Manager, Process Industries and Drives, Mechanical Drives Business Unit Head of Center of Competence MD ASEAN Siemens Pte Ltd. /ewindo
Perusahaan Jerman ternama Siemens berkerjasama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam Teknologi Ramah Lingkungan Sabuk konveyor overland yang digerakkan oleh teknologi Integrated Drive Systems (IDS) dan teknologi ini juga sekaligus di klaim satu-satunya tercepat di dunia.
ENERGYWORLDINDONESIA – Perusahaan Jerman ternama Siemens dan KPC Sinergikan Teknologi Ramah Lingkungan Sabuk konveyor overland yang digerakkan oleh teknologi Integrated Drive Systems (IDS).
Teknologi ini merupakan produk terkini dari Siemens dimana teknologi IDS Siemens memungkinkan operasional yang handal pada sabuk konveyor berkecepatan tinggi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi biaya tinggi. “Ini satu-satunya di dunia dari Siemens,” kata Stefanus Arif, Kepala Divisi Digital Factory dan Divisi Process Industries & Drives PT. Siemens Indonesia di Gren Melia Hotel Selasa (22/6/2016) Jakarta.
Sabuk konveyor overland tercepat di dunia digerakkan oleh teknologi Integrated Drive Systems (IDS) dari Siemens dipadukan dengan teknologi automasi, teknologi IDS memungkinkan operasional yang handal pada sabuk konveyor berkecepatan tinggi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi biaya listrik.
“Saat ini Siemens telah merampungkan pemasangan ban berjalan (conveyor belt) overland tercepat di dunia untuk PT Kaltim Prima Coal, salah satu operator pertambangan terbuka terbesar di dunia,” lanjutnya.
Arif juga menyebutkan bahwa teknologi ban berjalan Siemens dilengkapi rangkaian automasi dan penggerak yang superior sehingga pengguna dapat menikmati keuntungan berupa diperpendeknya siklus pengadaan dan rekayasa teknologi sekaligus meningkatkan pengendalian risiko. “Teknologi ban berjalan Siemens juga membantu pemangkasan emisi dengan pengurangan kebutuhan energi total untuk pengoperasian ban berjalan hingga 10%,” jelasnya.
Masih kata Arif untuk mengatasi risiko dari pengoperasian ban berjalan dengan kecepatan tinggi, PT Kaltim Prima Coal memutuskan menggandeng Siemens untuk memasang teknologi superior Integrated Drive Systems (IDS) yang dikombinasikan dengan teknologi automasi Siemens guna menggantikan teknologi lama pada beberapa ban berjalan yang ada.
Teknologi ini juga dipasang pada dua ban berjalan overland yang baru. Salah satunya adalah ban berjalan overland Melawan, yang merupakan ban berjalan melengkung yang mampu beroperasi dengan kecepatan 7,5 meter per detik. Ban berjalan yang kedua, “OLC2” merupakan ban berjalan lurus yang dapat beroperasi dengan kecepatan 8,5 meter per detik serta dapat menghubungkan pabrik pengolahan batubara PT Kaltim Prima Coal dan stockpile di pelabuhan, kedua ban berjalan tersebut mampu mengangkut batubara hingga berjarak 25 km.
“PT Kaltim Prima Coal adalah mitra kami dan kami bangga melihat PT Kaltim Prima Coal menuai manfaat dari teknologi IDS terbaru kami, hingga meraih kecepatan ban berjalan overland tercepat di dunia, dan pada saat bersamaan mampu mengurangi kebutuhan energi.” paparnya.
Hal ini juga diamini dengan keinginan untuk meningkatkan produktivitas serta memastikan keberlanjutan operasionalnya, PT Kaltim Prima Coal beralih pada sistem automasi untuk memenuhi kebutuhan maka KPC nampaknya  meraih untung juga.
“Kami senantiasa melihat ke depan dan mencari cara untuk terus berinovasi, meningkatkan operasional dan menjadikan proses produksi kami lebih ramah lingkungan,” ujar Poltak Sinaga, General Manager PT Kaltim Prima Coal di tempat yang sama.
Kaltim Prima Coal berbasis di Sangatta, Kalimantan Timur, Diketahui bahwa Kaltim Prima Coal mengelola area pertambangan seluas lebih dari 90.000 hektar dan menghasilkan lebih dari 50 juta ton batu bara per tahun, setara dengan sekitar seperenam dari perkiraan ekspor batubara Indonesia 2016.
Namun, dengan menurunnya permintaan batu bara dan stockpile di pelabuhan, kedua ban berjalan tersebut mampu mengangkut batubara.
“Kami melihat ke depan dan mencari cara untuk terus berinovasi, meningkatkan operasional dan menjadikan proses produksi kami lebih ramah lingkungan, makanya kami menggandeng Siemens dalam penerapan teknologi ini untuk menggantikan teknologi lama pada sembilan dari 49 ban berjalan (konveyor belt) yang ada di KPC,”terangnya.
PT Kaltim Prima Coal memutuskan menggandeng Siemens untuk memasang teknologi superior Integrated Drive Systems (IDS) yang dikombinasikan dengan teknologi automasi Siemens guna menggantikan teknologi lama pada beberapa ban berjalan yang ada.
Sejak penerapannya, telah jelas keandalan teknologi yang mampu secara mulus menjalankan konveyor ini pada kecepatan tinggi, dengan penghematan energi yang meningkat tanpa kendala,” ungkap Sinaga.
Masih kata Sinaga harapan ke depan Produksi KPC pun mampu dipacu hingga bisa mencapai 60 juta ton batu bara untuk tahun 2016. “Untuk semua itu harus ada persetujuan pemerintah dulu untuk meningkatkan produksi,”pungkasnya. | ame /ewindo

1 COMMENT

LEAVE A REPLY