Home Ekbiz Corporate Belajar dari Kebakaran Pasar Senen Inilah Alat Perlindungan Listrik dari Schneider

Belajar dari Kebakaran Pasar Senen Inilah Alat Perlindungan Listrik dari Schneider

169
0
SHARE

ENERGY – Musibah kebakaran pasar Senen semakin menambah panjang deretan daftar pasar tradisional di Indonesia yang diduga terbakar akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami pedagang diperkirakan menembus angka ratusan milyar. Menurut data dari Ikatan Pedagang Pasar Tradisional, sejak tahun 1974, pasar Senen telah mengalami delapan kali kebakaran hebat, salah satunya adalah musibah tahun 2014 diawali oleh api yang juga  timbul akibat korsleting.

Sementara itu, data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta menunjukkan, dari 1.139 kasus kebakaran yang terjadi sepanjang 2016, listrik menjadi penyebab kebakaran terbanyak, yaitu 836 kasus. Hal ini tentunya menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih waspada akan risiko bahaya korsleting yang membahayakan keselamatan dan keamanan harta juga nyawa.

Frankco Nasarino selaku Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia menuturkan, “Meskipun listrik sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan manusia, namun listrik juga dapat menjadi sesuatu yang sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan baik. Insiden yang timbul seperti kebakaran seringkali diawali dari buruknya instalasi listrik atau penggunaan peralatan listrik yang tidak memenuhi standar. Masyarakat selaku konsumen harus selalu meningkatkan kewaspadaannya akan bahaya listrik yang mengintai.” ujarnya dalam rilis yang diterima Redaksi.

Untuk dapat melindungi bangunan dan rumah dari bahaya arus pendek yang berujung pada potensi kebakaran, diperlukan alat perlindungan listrik yang tepat, yaitu:

Mini Circuit Breaker (MCB):

Alat listrik ini merupakan salah satu yang terpenting pada sebuah properti karena berfungsi untuk melindungi instalasi listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan dan arus pendek. MCB akan bekerja atau trip ketika terjadi arus pendek atau saat daya listrik yang digunakan melebihi arus nominal yang tertera pada MCB.

Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection (RCBO):

Solusi perlindungan yang lebih praktis dari Schneider Electric yang menggabungkan fungsi MCB dan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) yang dapat melindungi manusia dari bahaya sengatan listrik. RCBO dapat melindungi penghuni dari bahaya hubungan arus pendek dan beban lebih (overload), sekaligus dari ancaman sengatan listrik akibat arus bocor (tersetrum).

Frankco menjelaskan, “RCBO hadir seiring dengan berkembangnya teknologi dan juga kebutuhan masyarakat akan kepraktisan. Selain berfungsi untuk memutus arus listrik secara otomatis apabila terjadi hubungan arus pendek atau pemakaian daya yang berlebih, RCBO juga berfungsi untuk memutus arus listrik saat terdeteksi adanya kebocoran arus listrik atau tersetrum.”

Selain lebih praktis, harga RCBO juga terhitung lebih ekonomis dibandingkan dengan harga MCB ditambah ELCB. Bentuknya juga lebih tipis daripada ELCB sehingga dapat menghemat ruang di dalam kotak MCB.

Menurut Frankco, keamanan penggunaan listrik ada di tangan konsumen, sehingga konsumen wajib memahami kondisi peralatan listrik yang digunakannya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pasal 29 UU nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, konsumen wajib melaksanakan pengamanan terhadap bahaya yang mungkin timbul akibat pemanfaatan tenaga listrik, serta menjaga keamanan instalasi tenaga listrik miliknya. Untuk itu, masyarakat sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik yang dimilikinya. Beberapa hal yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Mengecek kondisi kabel: Ukuran dan daya kabel yang dipasang harus sesuai dengan peruntukannya untuk mencegah risiko kelebihan beban listrik. Selain itu, jika merujuk pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 45 tahun 2005 pasal 15 ayat 3, maka instalasi kabel di bangunan dan rumah harus diperiksa setiap 15 tahun

  • Melakukan tes fungsi secara berkala: RCBO harus dites secara periodik untuk memastikan fungsinya masih bekerja dengan baik atau tidak. Cara mengetesnya mudah, hanya dengan menekan tombol berwarna hitam dengan tanda “T”. Apabila RCBO bekerja atau trip, maka fungsinya masih bekerja dengan baik

  • Tidak menggunakan ekstensi stop kontak yang berlebihan: Penggunaan stop kontak yang bertumpuk-tumpuk berisiko memunculkan percikan api akibat titik kontak yang tidak sempurna antar stop kontak

“Kami turut prihatin akan insiden yang terjadi. Semoga edukasi berkelanjutan yang kami lakukan mengenai pentingnya kehadiran perangkat perlindungan listrik yang terstandar serta kesadaran untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap sistem instalasi listrik dapat semakin meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat sehingga mereka dapat memastikan keselamatan rumah dan bangunan yang mereka miliki beserta para penghuninya,” tutup Frankco.|RED/AEM

LEAVE A REPLY