Home Ekbiz Corporate Ribuan Karyawan Freeport Akan Gelar Aksi Damai di Timika dan Jakarta

Ribuan Karyawan Freeport Akan Gelar Aksi Damai di Timika dan Jakarta

17 Februari 2017

152
0
SHARE
karyawan PTFI-Privatisasi-Kontraktor

ENERGYW0LD.C0.ID – Rencana aksi Ribuan Karyawan Freeport yang mengelar  Aksi Damai PT Freeport Indonesia bersama keluarga mereka yang akan berlangsung di Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros Timika-Kuala Kencana, Timika, Jumat (17/2) demikian di lansir laman TIMIKASATU.COM 

Sumber TIMIKASATU.COM  menyebutkan bahwa aksi demonstrasi damai diprakarsai oleh Komunitas Peduli PT Freeport Indonesia.

Aksi demonstrasi itu akan diikuti sekitar 3.000-5.000 karyawan PT Freeport Indonesia dan mereka telah sepakat baik yang di Timika, karyawan-karyawan perusahaan privatisasi dan kontraktor maupun sub kontraktor bersama keluarga mereka yang ada di Kota Timika mauun yang alkan ikut di Jakarta juga.

Dikanbarkan bahwa aksi ini juga akan diikuti masyarakat adat Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan Papua lainnya di Kabupaten Mimika yang selama ini mendapatkan dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia.

Alasan utama dalam aksi demonstrasi tersebut yaitu menuntut pemerintah segera menerbitkan ijin ekspor konsentrat tembaga, emas dan perak ke PT Freeport Indonesia. Sebab sejak tanggal 12 Januari 2017, PT Freeport tidak lagi mendapatkan ijin ekspor konsentrat tembaga, emas dan perak. Dan sejak 10 Februari produksi sudah berhenti.

Dampak dari terhentinya ekspor konsentrat Freeport tersebut, operasional pertambangan pada tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah (underground) di kawasan Tembagapura, Mimika untuk sementara waktu berhenti sejak 10 Februari 2017.

Tidak itu saja, perusahaan juga telah memulai program merumahkan sebagian karyawan, terutama karyawan asing (expatriat) dan karyawan senior yang akan memasuki usia pensiun.

Sesuai data dari Polres Mimika, hingga Kamis ini sudah lebih dari 300 karyawan Freeport dan perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasinya sudah dirumahkan atau dipulangkan ke daerah asalnya.

Dari jumlah itu, sekitar 20-an orang diantaranya yang merupakan karyawan permanen PT Freeport Indonesia telah diberhentikan tetap (Pemutusan Hubungan Kerja/PHK).

Saat ini jumlah karyawan PT Freeport dan perusahaan-perusahaan privatisasi serta kontraktornya yang bekerja di area pertambangan di Kabupaten Mimika sekitar lebih dari 32 ribu orang.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon di Timika, Kamis (16/2), mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan aksi demonstrasi karyawan Freeport tersebut. “Kegiatan aksi demonstrasi damai karyawan Freeport bersama keluarga mereka akan dipusatkan di Kantor Bupati Mimika. Aspirasi apa yang hendak disampaikan, silahkan disampaikan ke pemerintah melalui Bupati Mimika (Eltinus Omaleng),” kata Victor.

Gerakan Peduli Freeport ini Gerakan murni dilakukan oleh karyawan tanpa ada kepentingan organisasi maupun politik. Teknis pelaksanaan pengumpulan dilakukan melalui koordinator yang telah ditunjuk pada pertemuan tanggal 9 February 2017. diharapkan juga dapat membangun komunikasi ke organisasi karyawan yang ada dilingkungan PTFI.

Untuk Kegiatan Awal maka akan dilakukan kegiatan Solidaritas karyawan untuk perusahaan yang akan dilakukan di timika pada hari jumat tanggal 17 February 2017 dengan titik kumpul di lapangan timika indah menuju ke Kantor DPRD Kab.Mimika dan Kantor Bupati Kab. Mimika untuk dapat menyampaikan petisi atau aspirasi terkait kondisi karyawan PTFI-Privatisasi-Kontraktor yang akan kehilangan pekerjaan akibat berlakunya Larangan Eksport oleh Pemerinta dan gerakan Solidaritas Karyawan ini murni dari karyawan tanpa keterlibatan perusahaan.

Ajakan ini juga gerakan solidaritas di Jakarta maka setiap karyawan yang akan mengikuti gerakan solidaritas tersebut diharapkan dapat mengambil cuti sehingga dapat ikut dalam aksi tersebut dan tidak bermasalah dengan jam kerja dari karyawan yang bersangkutan.

Data dari sumber kami dilingkaran dalam bahwa menanggapi situasi dimana gudang penyimpanan konsentrat akan segera mencapai batas kapasitanya serta ketidakmampuan kita untuk mengekspor konsentrat tembaga, kami akan mulai segera melaksanakan langkah-langkah pengurangan biaya berikut ini.

Langkah-langkah ini diperlukan untuk menyelaraskan dengan pengurangan tingkat produksi kita yang signifikan. Kami memahami bahwa hal ini akan mempengaruhi kita semua, tetapi langkahlangkah ini diperlukan pada saat kita melakukan menyesuaikan operasi selama masa sulit ini. Para pimpinan anda akan memberikan informasi yang lebih rinci dan spesifik tentang bagaimana langkah-langkah ini nantinya dapat berdampak pada area kerja anda.

  • Sebagian besar pengeluaran modal dan pembiayaan ekspansi akan dibatalkan
  • Kontrak-kontrak pendukung yang non-operasional akan ditinjau dan diubah atau dibatalkan sesuai kebutuhan
  • Program Transisi Grasberg akan ditinjau kembali untuk ditangguhkan
  • Rekrutmen karyawan baru dan promosi akan dihentikan
  • Pengaturan roster kerja akan ditinjau kembali dan digantikan dengan perubahan roster kerja yang lebih optimal.
  • Kerja lembur lain yang terjadwal dan tidak terjadwal akan diminimalkan
  • Kami akan terus melanjutkan penindakan pelanggaran jam kerja dan kehadiran kerja.
  • Perjalanan ke luar area kerja untuk kepentingan bisnis dan training akan dibatalkan.
  • Hanya tamu-tamu perusahaan penting yang terkait bisnis yang mendapatkan ijin kunjungan ke jobsite.
  • Pengeluaran-pengeluaran tambahan lain untuk Divisi akan dibatalkan (contoh: seragam, perayaan, hadiahhadiah safety di luar program standar).

Manajemen akan menyusun rencana implementasi langkah-langkah pengurangan biaya pada akhir minggu ini. Selain itu, Manajemen akan meninjau seluruh kontrak dan jumlah karyawan untuk menyesuaikan organisasi kerja dengan model produksi 40 persen seperti yang telah diumumkan minggu ini. Sangat disayangkan, tindakan-tindakan ini harus diambil, karena kita tidak dapat melakukan ekspor atau penjualan hasil produksi kita sejak 12 Januari 2017, sementara gudang penyimpanan konsentrat akan mencapai batas kapasitas pada akhir pekan ini.

Kami terus bekerja bersama Pemerintah untuk berusaha mengatasi permasalahan penerbitan ijin ekspor kita dan berharap kita akan dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan sehingga kita dapat segera melanjutkan kegiatan ekspor konsentrat tembaga, ungkap sumber kami didalam perusahaan tambang Freeport itu. |EWIND0/TMKS

LEAVE A REPLY