Home Ekbiz Corporate Jonan Bertemu Petinggi Chevron Bahas Gas Laut Kutai Basin

Jonan Bertemu Petinggi Chevron Bahas Gas Laut Kutai Basin

97
0
SHARE
Menteri ESDM Ignatius Jonan / EW

Dalam lawatannya ke Houston, Amerika Serikat (AS), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bertemu dengan petinggi Chevron di Chevron Headquarter, Selasa (25/7/2017) waktu setempat.

Membahas pengembangan gas laut dalam di Kutai Basin, Kalimantan Timur yang dikenal dengan Indonesia Deepwater Development (IDD), dimana proyek pertama, Lapangan Bangka telah berproduksi sejak Agustus 2016. Sementara itu, Gendaho-Gehem ditargetkan akan mulai produksi pada 2022.

“Salah satunya adalah membahas terkait perkembangan IDD dan kerjasama penggunaan fasilitas (Floating Production Unit/FPU) Jangrik dengan Eni untuk gas dari Gendalo-Gehem,” ujar Menteri Jonan yang pada pertemuan tersebut disambut oleh Presiden Chevron North America Exploration and Production, Jeff Shellebarger dan President Chevron Environmental Management Company, Mary Boroughs.

Terkait hal ini, pihak Chevron menyatakan bila produksi Eni Merakes juga masuk ke Jangkrik, maka pada 2029 FPU Jangkrik akan full dan tidak dapat menampung gas dari Gendalo-Gehem.

Lapangan Gehem akan menghasilkan gas 420 juta kaki kubik per hari (mmscfd), sedangkan Gendalo 700 mmscfd. Selain gas, kondensat yang dihasilkan Gendaho-Gehem sekitar 50 ribu barel per hari.

Sementara, kapasitas produksi FPU Jangkrik sebesar 450 mmscfd, diharapkan bisa meningkat hingga 800 mmscfd.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Jonan akan meminta SKK Migas untuk kembali mendiskusikannya baik dengan Chevron maupun Eni.

“Sebagai follow up, saya minta SKK Migas diskusi lagi dengan kedua belah pihak,” lanjut Jonan.

Kepada delegasi Indonesia, Chevron menyampaikan bahwa saat ini mereka tengah mengembangkan sumber daya nonkonvensional ini di wilayah Marcellus Shale, Delaware Basin, dan Permian.

Chevron juga telah menerapkan teknologi lanjutan EOR yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak di lapangan migas tua serta target dan realisasi program kerja drilling dan completion.

LEAVE A REPLY