Home BUMN Alexander Lay Diangkat jadi Komisaris Pertamina

Alexander Lay Diangkat jadi Komisaris Pertamina

199
0
SHARE
Para Komisaris Pertamina/ ewindo
ENERGYWORLD – Alexander Lay telah diangkat jadi komisaris pertamina pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)  tangal 11 September 2017.
Pengamat Energy Yusri Usman mengatakan pengangkatan komisaris Pertamina ini membuat saya “sangat kecewa dengan penambahan anggota komisaris Pertamina, disaat tekanan laba perusahaan akibat Pemerintah tidak membolehkan Pertamina menaikan harga BBM tertentu disubsidi tetap dan BBM penugasan di saat harga minyak mentah naik terus.
“Seharusnya kalaupun anggota komisaris ditambah, harus person yang bisa memperbaiki dan berkontribusi bagi kinerja Pertamina, bukan person yang menjadi tambahan beban Pertamina,” beber Yusri kepada ENERGYWORLD,  (11/09/17) di Jakarta.
Alexander Lay/ist
Menurut Yusri, kini akhirnya publik akan membaca Pertamina ini menjadi wadah kepentingan politik penguasa daripada ditugaskan melayani kepentingan masayarakat dan berkontribusi bagi negara.
Alexander Lay adalah salah seorang staf khusus Sekretaris Kabinet yang mundur dari staf khusus Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto.
Alexander Lay memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Atmajaya pada 2003 setelah sebelumnya menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung pada jurusan Teknik Perminyakan. Pada 2006, ia memperoleh gelar Master of Laws (LL.M.) dari University of Sydney melalui beasiswa Australian Developments Scholarships.
Sampai saat ini, Alex aktif sebagai volunteer di Indonesia Corruption Watch yang kemudian mengenalkannya pada dunia advokasi atau litigasi dan reformasi hukum. Pada 2002, Alex bersama tiga mahasiswa lainnya terpilih untuk mewakili Indonesia pada forum Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) yang diselenggarakan di Singapura.  dalam laman jentera.ac.id masih tertulis 2005-sekarang Staf Khusus Sekretaris Kabinet Republik Indonesia
“Yang diherankan publik ternyata Pemerintah bukannya memberikan solusi kepada Pertamina, tetapi lebih terkesan memberikan beban saja. Tak salah publik akan memberikan stigma negatif kepada Pemerintahan Jokowi bahwa ke depan PT Pertamina tetap akan menjadi sasaran bancakan banyak pihak,”pungkas Yusri.
|RNZ/EWINDO

LEAVE A REPLY