Home Ekbiz Corporate Pengamat: Pembentukan Holding BUMN Tambang Keniscayaan

Pengamat: Pembentukan Holding BUMN Tambang Keniscayaan

222
0
SHARE
Dr. Fahmy Radhi /ist

ENERGYWORLDINDONESIA – Pembentukan Holding BUMN Tambang merupakan keniscayaan. Alasannya, selain untuk memperkuat BUMN Tambang agar bisa bersaing di pasar global, juga holding tambang diharapkan untuk membeli divestasi 51% saham Freeport.  demikian diungkapkan Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi.

“Hanya proses pembentukan holding BUMN Tambang cenderung blunder. Penunjukan Inalum salah satu BUMN sebagai perusahaan holding akan menimbulkan permasalahan, yang bisa menghambat proses integrasi ke dalam holding,” ujarnya saat diminta pendapat atas proses holding Tambang Sabtu, 18 November 2017.

Menurt Fahmy BUMN tambang lain merasa tidak diperlakukan secara equality akan memicu resistensi dalam proses holding.

“Blunder kedua adalah pengangkatan Budi Sadikin (BS) sebagai Direktur Holding. BS memang profesional di bidang keuangan, yang dibuktikan saat menjadi Dirut Bank Mandiri. Namun, BS, yang tidak punya track record di bidang tambang, sangat diragukan kemampuan memimpin holding tambang,” paparnya.

Selain itu, kedekatan BS dengan Menteri BUMN Rini Soemarno akan menimbulkan syak wasangka bahwa Rini berkepentingan menguasai dan mengendalikan BUMN Holding. “Seperti yang terjadi  saat ini di Pertamina,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa tiga perusahaan pelat merah, PT Aneka Tambang/Antam (Per­sero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Bukit Asam (Per­sero) Tbk di mana tiga perusahaan tersebut akan menjadi anak usaha dari PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero). |AEND

LEAVE A REPLY