Home BUMN *VIVO LUNCURKAN GAS LPG, PEMERINTAH JANGAN BERPIHAK KE SWASTA

*VIVO LUNCURKAN GAS LPG, PEMERINTAH JANGAN BERPIHAK KE SWASTA

21
0
SHARE
Executive Director EWI Ferdinand Hutahaean/ist

*VIVO LUNCURKAN GAS LPG, PEMERINTAH JANGAN BERPIHAK KE SWASTA*

_Oleh : Ferdinand Hutahaean_
_Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia_

Hari ini 30 Nopember 2017 berlokasi di Surabaya Jawa Timur, VIVO akan meluncurkan produk Liquefied Potreleum Gas (LPG) dengan merk Nusagaz.

Tentu kita menghormati kehadiran VIVO di bisnis ini setelah selama ini Pertamina adalah pemain tunggal yang menyediakan LPG kebutuhan rumah tangga dalam bentuk tabung. *Kehadiran VIVO akan menyemarakkan persaingan di bisnis ini patut kita hargai dan hormati.* Setelah sebelumnya juga VIVO mengoperasikan 1 unit SPBU di kawasan Timur Jakarta yang menjual bensin RON 89 dengan harga Rp. 6300 / liter naik dari penjualan awal seharga Rp.6100/liter jauh di bawah Premium RON 88 milik Pertamina yang dijual Rp.6550/liter. Sejumlah pertanyaan kemudian muncul dari tengah publik mengapa Swasta VIVO bisa menjual lebih murah RON 89 dari RON 88? *Hanya sebatas itu, dan publik tidak lagi mencermati mengapa VIVO tak mampu menjual RON 90 setara Pertalite dan RON 92 setara Pertamax lebih murah dibanding Pertamina?* Justru RON 90 dan 92 VIVO lebih mahal dari Pertamina.

Dalam hal ini yang menjadi pusat perhatian justru adalah sikap pemerintah terutama Menteri ESDM Ignasius Jonan yang langsung memberikan vonis tidak efisien kepada Pertamina. *Jonan, hanya membandingkan 1 SPBU VIVO dengan Pertamina yang melayani seluruh wilayah NKRI bahkan dengan biaya-biaya kewajiban negara yang dibebankan Pertamina seperti BBM 1 Harga, Jonan memvonis Pertamina tidak efisien.* Apakah Jonan tidak tau beban yang ditanggung Pertamina sebagai kewajiban negara? *Menyiapkan cadangan BBM nasional, hutang pemerintah puluhan trilliun, BBM 1 harga, kerugian dari selisih harga jual BBM penugasan dan lain sebagainya adalah beban yang tidak kecil. Totalnya bila dirupiahkan bisa mencapai 100 trilliun lebih.* Ini uang mati Pertamina akibat ulah pemerintah. Maka sangat disayangkan jika Jonan terburu-buru memvonis Pertamina tidak efisien.

Demikian juga dengan peluncuran Nusagaz oleh VIVO hari ini di Surabaya Jawa Timur yang mana harganya bila mengacu rilis VIVO yang 4,5 kg dihargai Rp.25.500 artinya harga ini lebih murah dari harga LPG Pertamina.

Disinilah Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya kepada Pertamina sebagai usaha milik Negara. *Jangan malah terkesan Menteri ESDM jadi juru bicara swasta dengan pernyataan-pernyataan yang membesarkan swasta dan mengerdilkan Pertamina.*

*Pemerintah sebaiknya menjelaskan ke Publik apakah Nusagaz yang akan diluncurkan oleh VIVO sudah sesuai dengan Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Nomor 2652.K/10/DJM.T/2009 Lampiran ke II tentang Standar dan Mutu LPG jenis Propana.* Karena informasi yang kami dapat, Nusagaz kandungan Propananya 80% artinya ini sangat berbeda dgn LPG Pertamina yang menggunakan Propana 50% dan Butane 50%. *Bedanya tentu di tingkat pengapian dan panas serta warna apinya. Jadi wajar jika harga Nusagaz ebih murah.*

Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah pemerintah memikirkan dampaknya terhadap bisnis Pertamina? *Jika tidak diperhitungkan, maka dengan sangat berat hati kami mencurigai Jonan sadar atau tidak sadar sedang melemahkan Pertamina dengan kebijakannya. Mumpung moment resufle sudah dekat, sebaiknya pak Jonan diresufle dan diganti. Karena kebijakannya bisa membuat Pertamina hancur.* Pertamina terganggu artinya akan mengganggu stabilitas nasional karena Pertamina akan terganggu mengadakan suplay BBM kebutuhan nasional. Semua tentu paham apa yang akan terjadi jika suplay BBM nasional terganggu, maka akan terjadi kekacauan secara besar-besaran.

*Diluar segala itu, kami ucapkan selamat kepada VIVO atas peluncuran produk barunya Nusagaz.*

 

Jakarta, 30 Nopember 2017

LEAVE A REPLY