Home BUMN Pertamina Butuh USD7 Miliar Kembangkan Energi Terbarukan Hingga 2040

Pertamina Butuh USD7 Miliar Kembangkan Energi Terbarukan Hingga 2040

0
SHARE

ENERGYWORLD.CO.ID – Direktur Utama Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengatakan, pengembangan EBT juga untuk mengurangi dampak lingkungan semaksimal mungkin, karena bersih dan efektif.

Hal ini diungkapkan saat acara 60 tahun PT Pertamina (Persero) di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Setelah selama 60 tahun hanya fokus dalam sektor Minyak dan Gas Bumi (migas) memang kiniakan juga fokus untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT), . Pengembangan EBT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan energi di masa depan yang semakin tinggi.

“EBT berperan besar di masa  akan datang, sudah tergambar di mata kami akan berkurangnya bahan bakar fosil, dan meningkatnya kepedulian isu pemanasan global. EBT jadi our future,” beber Elia.

Masih kata Elia Pertamina membutuhkan anggaran sebesar USD7 miliar untuk mengembangkan EBT ini hingga 2040 nanti. Anggaran itu untuk dua jenis EBT yakni tenaga surya dan angin.

“Energi Surya dan energi angin akan jadi masa depan energi. Dari 2017-2040 akan disiapkan dana USD7 miliar untuk kembangkan dua energi tersebut,” terangnya.

Pengembangan EBT juga sekaligus mewujudkan pengurangan emisi yang berdampak pada lingkungan hingga 29% di 2030 dan Pemerintah Indonesia sudah komitmen untuk kurangi emisi rumah kaca 29% di 2030, oleh karenanya hingga 2016, kontribusi EBT di Indonesia masih sangat rendah baru 7%. Saat ini, pemerintah khususnya Pertamina (Persero) akan fokus untuk kembangkan energi yang ramah lingkungan ini.

“Pemerintah kontribusi EBT di 2025 level 23%, dari 7% di 2016. Pemerintah juga punya visi untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi hijau,” paparnya.

Elia juga menyebut, pihaknya akan terus mendukung kebijakan energi pemerintah sehingga pengembangan energi terbarukan harus secepatnya dilakukan dan akan menjadi fokus dari Pertamina. Untuk itu maka dirinya menilai penting bagi Pertamina untuk bekerjasama dengan pihak lain yang sudah mengembangkan EBT agar mengetahui teknologi apa yang dilakukan.

“Penting pula bagi kami untuk bisa kuasai teknologi EBT yang berperan vital di sini untuk mengejar ketertinggalan ini makanya kami minat untuk partnership dengan perusahaan yang sudah lebih dulu kembangkan EBT,” pungkasnya.|ZA/L

LEAVE A REPLY