Home BUMN Inilah Bantahan PGN atas Tuduhan Rugi 14 Triliyun

Inilah Bantahan PGN atas Tuduhan Rugi 14 Triliyun

0
SHARE
Istimewa

ENERGYWORLD.CO.ID – Adanya tuduhan bahwa Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah kehilangan pendapatan sekitar USD.1.088.885.238 selama tenggang waktu 3 tahun. Kalau satu dollar sama dengan Rp13.000, maka perusahaan gas plat merah ini sudah kehilangan pendapatan sekitar Rp 14,1 triliun.

Rupanya mendapat bantahan dari PGN. “Tidak  benar itu,” ujar seorang petinggi di PGN yang dihubungi Redaksi, Jumat (12/1).

Tuduhan hilangnya pendapatan sekitar Rp 14,1 triliun itu tidak benar. “Bukan rugi tp menurun pendapatan ini kami jelaskan ya,”ujar sumber itu.

Dikatakannya bahwa  Tahun 2014 adalah tahun terbaik dalam sejarah PGN termasuk utk pendapatan. Tahun 2015, semua industri mengalami kesulitan sbg dampak dari perlambatan ekonomi indonesia / regional dan penuruan tajam harga minyak. Sehingga perbedaan antara harga gas di indonesia yg flat terhadap harga solar menjadi kecil (ingat hargq minyak drop sampai usd 30 per barrel dari usd 100 per barrel)

Tahun 2016 situasi ekonomi belum membaik. Di sisi lain tekanan terhadap harga gas di indonesia menjadi sangat kuat dr penguna gas industri. Sehingga pemerintah melakukan beberapa langkah untuk menurunkan harga gas di indonesia. Selain itu, PLN mengunakan bargaining power yang kuat untuk menegosiasikan harga beli energi utk pembangkit mereka. Semau faktor ini yang berkontribusi terhadap penurunan pendapatan PGN di 2016.

“Tahun 2017, PGN Kehilangan pasokan ke Muara Tawar krn status Muara Tawar diubah dari base load menjadi peaker sebagai dampak dari selesainya pemabngunan pembangkit listrik batu bara. Di sisi lain, demand untuk peaker yang berasal dari gas bumi juga terbatas karena PLTA masih diuntungkan dengan banyak nya curah hujan sejak tahun 2016,” jelasnya.

Menurut sumber kami lagi bahwa kita tau bahwa penguna terbesar gas bumi adalah pembangkit listrik. Sedang di PLN sendiri, dengan system merit, prioritas utama adalah PLTA dan batu bara. Baru gas dan solar

“Jadi memang kondisi market gas di Indonesia belum pulih seperti pada tahun 2014.
Besarnya pasokan gas ke Muara Tawar sekitar 12.5% dari total volume gas distribusinya PGN. Jadi impact nya sangat besar,” bebernya.

Sebelumnya beredar kabar bahwa dari tahun 2014 sampai tahun 2017, perusahaan gas negara ini sudah kehilangan pendapatan sekitar USD.1.088.885.238 selama tenggang waktu 3 tahun. Kalau satu dollar sama dengan Rp13.000, maka perusahaan gas plat merah ini sudah kehilangan pendapatan sekitar Rp 14,1 triliun.

Hilangnya pendapatan sekitar Rp 14,1 triliun ini tentu sangat disayangkan. Publik pun berasumsi, jangan-jangan kehilangan pendapatan di Perusahaan Gas Negara ini disebabkan pengelolaan manajemen amburadul dan jelek sekali. Padahal, kehilangan pendapatan sama saja mencabut napas perusahaan.

Dengan paparan pihak PGN jelas bahwa publik bisa tahu kondisi sebenranya. |AHM/EWINDO

LEAVE A REPLY