All for Joomla All for Webmasters
Home BUMN Breaking News!!! Benarkah Pertamina akan Adakan RUPS Merubah Nomenklatur Organisasi?

Breaking News!!! Benarkah Pertamina akan Adakan RUPS Merubah Nomenklatur Organisasi?

52
2
SHARE
istimewa
Gedung Pertamina/ ist

Breaking News!!! Pertamina akan Adakan RUPS. Nama Alex Sinaga (Telkom) dan Gunung Sardjono (PHE) disebut-sebut akan isi kursi direksi. Apa hubungan dengan PGN?

ENERGYWORLD.CO.ID – Sebuah sumber kami mengatakan bahwa ada kabar bahwa hari ini tanggal 13 Feb 2018 Pertamina akan mengadakan RUPS merubah nomenklatur organisasinya.

“Direktorat Gas akan masuk bagian dari Direktorat Pemasaran dan Niaga serta Logistik, kemudian akan muncul Direktorat Riset & Tehnologi, adapun salah satu tujuannya adalah membeli 2 pesawat A400M spesifikasi militer dan akan dioperasikan oleh PT Pelita Air Service. Pesawat itu akan digunakan sebagai jembatan udara operasi logistik ke Papua,” kata sumber ENERGYWORLDIndonesia, Senin (12/2/2018) malam.

Dikatakan juga bahwa harga kedua pesawat tersebut fantastis sekitar USD 500 juta, kita sudah taulah siapa yang akan jadi broker pembeliannya, terangnya.

RUSP itu juga terkait adanya perubahan struktur organisasi Pertamina adalah ke 4 kali semasa Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, artinya setiap 10 bulan sekali rutin Pertamina merombak struktur organisasinya, misalnya tahun 2001/2002 Dinas Pemasaran Gas ditingkatkan jadiVP LNG; 2005/2006 VP LNG ditingkatkan jadi Ka. Bidus LNG; 2010/2011 Bidus LNG ditingkatkan jd SVP Gas & Power; 18 April 2012 SVP Gas & Power ditingkatkan jd Direktorat Gas; 13 Februari 2018 Dit. Gas ditingkatkan jadi apa apakah nanti siang akrobat dari BUMN yang modus “menolong” PGN yang sekarat butuh transfusi darah dari Pertamina?

Dari sumber kami juga beredar beberapa nama-nama yang akan mengisi jajaran Direksi baru. “Ada Alex Sinaga (Telkom ) dan Gunung Sardjono ( PHE ),”jelas sumber tadi.

Masih kata sumber kami bahwa sepertinya Pertamina akan mendapat penugasan baru, yaitu diberikan tanggungjawab mensuplai semua logistik ke Papua.

“Tunggu saja hari ini hasil RUPS Pertamina di Kementerian BUMN, untuk menjawab apakah info ini A 1 atau A0,”kata sumber itu.

Untuk urusan pesawat 29 Maret 2017 memang Reuters pernah melaporkan bahwa Indonesia ajukan Lol pembelian Airbus A400M Atlas kesepakatan itu tidak menyebutkan secara persis jumlah A400M Atlas yang dinyatakan diminati Indonesia untuk dibeli. Di Asia Tenggara, dalam catatan itu hanya Malaysia yang menjadi operator A400M Atlas itu.  Inggris juga Airbus A400M Atlas dari Skuadron Udara 70 Angkatan Udara Kerajaan Inggria bernomor registrasi ZM401 dan sering dipakai dalam misi penerbangan safari kelliling dunia.

Champs d’Elysse, Kantor Kepresidenan Prancis di Paris, menyatakan, Indonesia telah menandatangani surat minat (Letter of Intent) pembelian pesawat transport berat militer buatan Airbus Military, A400M Atlas. Hal ini menyusul kunjungan resmi Presiden Prancis, Francois Hollande, ke Jakarta waktu itu.

Airbus menyatakan, LoI terhadap A400M Atlas itu ditandatangani Pelita Air, mewakili konsorsium BUMN Indonesia. Indonesia memiliki beberapa BUMN yang bergiat pada penerbangan komersial berjadwal ataupun sewa, yaitu PT Garuda Indonesia dan PT Pelita Air Service (anak perusahaan PT Pertamina).

Dalam kunjungan resmi presiden Prancis setelah 30 tahun lalu, Hollande menyatakan, menanamkan modal sebanyak 2,6 miliar dolar Amerika Serikat di Indonesia pada berbagai bidang.

Jenis pesawat A400M Atlas merupakan pendatang paling akhir di kelas pesawat transport berat militer. Kontrak pembelian telah terjadi di beberapa negara, namun di Afrika Selatan dibatalkan pada 2009.

Sementara dari sisi ekspor dan pengembangan, banyak biaya dan waktu telah dihabiskan untuk menyempurnakan sosok dan kinerja A400M Atlas ini, sebagaimana dilakukan Chile bersama negara-negara pembuat.

Dalam laporannya, Kepala Airbus Military, Fernando Alonso, menyatakan, pesawat transport berat mereka akan membantu meningkatkan mobilitas TNI AU selain membuka peluang kerja sama industri kedirgantaraan kedua pihak.

“Diskusi pada masa mendatang akan digelar untuk membahas beberapa hal. Di antaranya jumlah pesawat terbang yang akan dicantumkan dalam kontrak dan kemungkinan-kemungkinan kerja sama industrial yang bisa dilaksanakan,” sebagaimana dinyatakan Airbus Military. |DBS/RED/EWINDO

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY