Home BUMN Tiga Nama yang Dijagokan untuk Duduki Dirut Pertamina

Tiga Nama yang Dijagokan untuk Duduki Dirut Pertamina

0
SHARE
istimewa
Gedung Pertamina/ ist

ENERGYWORLDINDONESIA –  Rangkuman dari tim redaksi ENERGYWORLD INDONESIA dalam diskusi kecil membahas “Siapa Bakal Duduki Dirut Pertamina? ada dian penerang yang harus disampaikan ke publik. Inilah hasilnya menyusul hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) memutuskan mencopot Elia Massa Manik yang menjabat Direktur Utama sejak Maret 2017 itu dan kini digantikan sementara pimpinannya oleh Nicke Widyawati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) orang nomor satu di Pertamina.

Kami menemukan nama yang mengerucut dan layak di posisi orang nomor satu Pertamina, meski banyak juga nama lain, namun disebut ada 9 nama yang kini mulai meruncing dan fokus hanya tiga nama yang kuat. Kesembilan nama itu mulai bankir, orang Migas, bahkan nama yang masih aktif di Pertamina. Mereka itu adalah nama Syamsul Alam, Gigih Prakoso, Nisi Setyobudi (PGN), Ahmad Bambang, ada nama Hanung Budya, ada juga nama Sofyan Basir (namun belakangan mengaku menolak dicalonkan), nama Iwan Ratman disebut-sebut juga karena punya konsep masa depan untuk Pertamina karena Iwan juga cukup lama berkarir di Pertamina meski kini dia telah melanglang dunia di perusahan energi kelas global dan tak lupa nama Nicke yang kini menjadi PLT disebut kuat juga.

Berikut tiga nama yang kuat versi kami (energyworld):

Nicke Widyawati

Nicke Widyawati saat ini Plt Pertamina sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus merangkap Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas (migas). Di Pertamina, Nicke diangkat sebagai Direktur SDM Pertamina berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-256/MBU/11/2017, tanggal 27 November 2017 tentang Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Selanjutnya tugas Nicke Widyawati bertambah dengan merangkap sebagai Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-39/MBU/02/2018 tanggal 13 Februari 2018.

Sebelum menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina, lulusan Master Hukum Bisnis Universitas Padjajaran ini pernah berkarir sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero). Nicke Widyawati Lahir di Tasikmalaya, 25 Desember 1967, Nicke mengawali karier di bidang perbankan, hingga kontraktor sebelum berkarier di Pertamina. Mungkinkah ia jadi orang nomor satu di Pertamina?

Iwan Ratman

Nama Iwan Ratman disebut kuat oleh esKAPEKA karena sejak diajukan pergantian Dwi Sutjipto nama Iwan muncul namun yang malah dipilih Elia Massa Manik yang pada 20 April 2018 dicopot lewat RUPS Luar Biasa.

Karir Iwan cemerlang dalam dunia energi ia jebolan Chemical Engineering, UNDIP, Semarang (1985-1990), Professional Engineering, The University of Texas USA (1998-1999), Master of Industrial Management & Engineering, ITB, Bandung (2000-2002), PhD Program of Gas Engineering, UTM Malaysia-Imperial College London (2006- 2009) dan pengalamanya dari Hulu sampai hilar dan sejumlah strategi ia kuasai pengalaman yang bukan orang baru di Pertamina karena awal karir di Pertamina (LNG Badak), bp Tangguh LNG, Gulf Resources, ConocoPhillips (10 years), Shell LNG (Amsterdam and Brunei) & TOTAL Internationale (Paris France) (10 years), SKK MIGAS/BPMIGAS – VP Project Management, VP Operations Support, Specialist Deputy of Operations (4 years) kini ia memimpin sebagai Preside dan CEO PT. PETRO TC INTERNATIONAL miliknya. Iwan memang memiliki visi kedepan bangun Pertamina bisakah dia terpilih?  

Hanung Budya

Nama Hanung Budya lulusan Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (1983) ini juga disebut-sebut Master bidang Engineering Management dari Universitas Indonesia bekerja sama dengan Queensland University of Technology, Australia (1998). Hanung mulai berkarier di Pertamina sejak 1984. Ia adalah pernah pegang Pertamina Energy Limited (Petral) pada 2004 saat Pertamina dipimpin oleh Widya Purnama.

Hanung kemudian menjabat sebagai Deputi Direktur Pemasaran dan Distribusi (2006-2007), Deputi Direktur Pemasaran (2007-2010), Presiden Direktur PT Badak NGL (2010-2012), dan pada 18 April 2012 diangkat sebagai direktur Pemasaran dan Niaga hingga 28 November 2014.

Karir Hanung bukan tanpa kendala ia pernah kena kasus skandal PT Orbit Terminal Merak, tempat Pertamina biasa menyimpan bahan bakar. Nama Hanung disebut dalam surat Ketua DPR Setya Novanto tertanggal 17 Oktober 2015 dengan kop DPR yang ditujukan kepada dirut Pertamina saat itu Dwi Soetjipto.

Saat itu Setnov meminta Pertamina membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak kepada PT Orbit. Guna menguatkan permintaannya, Novanto melampirkan sejumlah dokumen. Misalnya, catatan rapat negosiasi antara Pertamina dan PT Orbit tentang penyesuaian kapasitas tangki timbun. “Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga sekiranya kami dapat dibantu mengenai addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan Bahan Bakar Minyak,” demikian tulisan Novanto waktu itu.

Nah diharapkan nama yang kuat ini ada yang kepilih, namun kita kadang suka dibuat surprise bagi orang nomor satu dipalt merah ini suka jadi kejutan jadi kita tunggu saja siapa nanti yang akan menjabat? |EWINDO/AHM

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.