Home Business Black & Veatch, Melistriki Kota-Kota Pintar di Indonesia

Black & Veatch, Melistriki Kota-Kota Pintar di Indonesia

0
SHARE
Lopburi 55MW Solar Panel Contoh penerapan energi terbarukan yang sukses adalah fasilitas surya fotovoltaik (PV) Lopburi 55 megawatt (MW) di Thailand. Pembangkit Thailand tengah ini adalah salah satu pembangkit tenaga surya terbesar pada tipenya di Asia dan menggunakan lebih dari setengah juta panel PV surya untuk memasok energi bersih ke 300.000 orang. Dua komponen utama dari fasilitas pembangkit surya ini – panel PV thin-film (lebih dari 500.000) dan inverter DC-AC – adalah komponen yang belum pernah digunakan sebelumnya pada skala ini di Asia. Selain itu, panel-panel PV tanpa bingkai yang digunakan di tempat ini dianggap sebagai yang pertama di dunia.

ENERGYWORLDINDONESIA – Kementerian Dalam Negeri Indonesia memasang target untuk mengubah 100 kota/kabupaten menjadi kota-kota pintar (smart cities) pada tahun 2019. Jim Schnieders, Senior Vice President and Managing Director untuk bisnis EPC Power dari Black & Veatch, merefleksikan peluang tersebut.

Membangun sebuah kota pintar (smart city) mudah dibayangkan, namun penuh tantangan dalam penerapannya. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan setelah Anda membuat keputusan untuk mengaktifkan data agar dapat  membuat komunitas Anda lebih layak huni, berkelanjutan dan terkoneksi: mulai dari pertanyaan mengenai pembiayaan dan keterlibatan para pemangku kepentingan hingga advokasi teknologi dan teknologi informasi (TI) pemerintahan.

Mewujudkan smart city pada kenyataannya sering diawali dengan penerapan serangkaian perubahan kecil yang berkontribusi pada perubahan secara keseluruhan. Jalan menuju smart city penuh dengan rintangan: anggaran yang ketat, prioritas yang tidak sejalan, dan publik yang skeptis.

Namun demikian, inisiatif smart city yang dilakukan oleh kota Jakarta, Bandung dan Makassar telah menjadi contoh, mendemonstrasikan bagaimana kepemimpinan, visi, kolaborasi, dan keterlibatan pemain lokal dapat membantu mengatasi semua keraguan yang ada.

Proyek Smart City Jakarta menjadikan ibu kota sebagai lokasi populer bagi perusahaan rintisan (startup)  berbasis teknologi dan perusahaan seperti Trafi untuk aplikasi transportasi dan Qlue untuk aplikasi komunikasi dengan warga.

Di Bandung Command Center, program seperti E-budgeting memberikan transparansi mengenai belanja pemerintah.

Makassarmemposisikan diri sebagai pusat data Indonesia untuk kawasan timur, melalui inisiatif smart city   termasuk penggunaan teknologi Smart CCTV.

Atribut utama smart city

Kebutuhan akan inovasi energi menjadi dasar kesuksesan smart city. Secara global, perusahaan layanan publik memodernisasi jaringan mereka, memberdayakan pelanggan dan mengintegrasikan pasar baru, model bisnis, serta teknologi. Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan layanan publik untuk memfasilitasi kota-kota yang terkoneksi dengan memanfaatkan teknologi jaringan mereka.

Atribut utama lainnya dari smart city adalah peningkatan kelestarian lingkungan. Menggabungkan inovasi di bidang energi dan lingkungan yang berkelanjutan memiliki potensi untuk menciptakan lanskap energi yang berbeda dari pembangkit listrik tenaga batubara terpusat dan berskala besar seperti yang telah ada selama ini.

Energi terbarukan akan berperan lebih besar dalam memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Kemungkinan besar, kita akan melihat penggunaan energi matahari yang jauh lebih besar kedepannya. Hal ini akan dicapai melalui kombinasi teknologi tenaga surya dan jaringan tenaga listrik mikro (microgrid).

Di smart city, daerah yang menghasilkan listrik dari sumber energi terbarukan akan memiliki skala kecil, terhadap pembangkit listrik tenaga batubara konvensional, tetapi tersebar dan dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk menyediakan pasokan listrik yang handal, mampu memenuhi kebutuhan kota modern yang berfluktuasi, model pembangkit yang menyebar ini perlu untuk dikelola dan didistribusikan oleh jaringan pembangkit mikro lokal.

Kebutuhan smart city akan daya listrik akan menjadi sedemikian rupa sehingga meskipun terjadi pertumbuhan cukup besar dalam penggunaan energi terbarukan, pembangkit beban dasar berbahan bakar fosil akan tetap dibutuhkan di masa mendatang. Jadi peran lain dari jaringan pembangkit mikro adalah untuk mengintegrasikan energi intermiten dari beberapa sumber energi terbarukan dengan pembangkit beban dasar berbahan bakar fosil.

Mencari perpaduan yang tepat

Melalui proyek-proyeknya di Indonesia selama 50 tahun terakhir, Black & Veatch telah melihat sektor energi berkembang untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan penduduk dan industri. Sejak proyek pertama kami pada tahun 1969, kami telah menghasilkan lebih dari 20.000 megawatt (MW) listrik dari  pembangkit listrik handal yang diadaptasi secara local  , solusi transmisi, dan puluhan proyek infrastruktur minyak dan gas serta air lainnya di Indonesia.

Berfungsi sebagai kontraktor EPC atau konsultan ahli teknis, kami mengerjakan proporsi signifikan dari proyek pembangkit listrik unggulan Indonesia saat ini,sebagai bagian dari program 35 GW, termasuk proyek-proyek skala besar yang menggunakan tenaga batubara dan pembangkit bertenaga gas, serta mendukung proyek pengembangan energi terbarukan dan energi gabungan (hybrid).

Dengan turunnya biaya penyimpanan baterai serta teknologi tenaga surya, angin, dan energi terbarukan lainnya, kami melihat peluang untuk membangun solusi mikrogrid skala kecil dan energi hybrid di Asia Tenggara.

Contoh penerapan energi terbarukan yang sukses di wilayah ini adalah fasilitas surya fotovoltaik (PV) Lopburi 55 megawatt (MW) di Thailand. Pembangkit Thailand tengah ini adalah salah satu pembangkit tenaga surya terbesar pada tipenya di Asia dan menggunakan lebih dari setengah juta panel PV surya untuk memasok energi bersih ke 300.000 orang.

Dua komponen utama dari fasilitas pembangkit surya ini – panel PV thin-film (lebih dari 500.000) dan inverter DC-AC – adalah komponen yang belum pernah digunakan sebelumnya pada skala ini di Asia. Selain itu, panel-panel PV tanpa bingkai yang digunakan di tempat ini dianggap sebagai yang pertama di dunia.

Potensi solusi pembangkit listrik mikrogrid dan tenaga hybrid yang menggabungkan energi terbarukan sangatlah besar. Untuk Indonesia, selain membantu negara mewujudkan tujuan smart city, pembangkit ini dapat menstabilkan pasokan listrik untuk pelanggan, menghantar listrik ke daerah terpencil serta meningkatkan keberlanjutan.

Potensi untuk pengembangan sangat signifikan karena dibandingkan dengan pembangkit berbahan bakar diesel yang sering digunakan di banyak lokasi terpencil, mikrogrid dan pembangkit listrik hybrid dapat membantu mengurangi biaya.

Namun, pemilik fasilitas ini perlu memahami ketidak-pastian yang mengelilingi langkah dalam mengadopsi energi terbarukan di Indonesia. Berapa banyak, seberapa cepat, dan pada skala berapa proyek-proyek energi terbarukan akan dikembangkan dan dibiayai? Apakah proyek tenaga surya dan angin skala utilitas dapat mengumpulkan momentum dan mengatasi persepsi bahwa hanya sejumlah kecil energi terbarukan intermiten yang dapat ditambahkan ke dalam perpaduan?

Pembatasan investasi asing akan terus menjadi tantangan dalam industri ini dan berpotensi memperlambat pengembangan karena kendala seputar persyaratan muatan lokal dan batasan tarif.

Membangun lingkungan yang lebih layak huni, berkelanjutan dan terkoneksi memiliki banyak hambatan. Namun dengan bekerja sama dengan mitra yang tepatdan berpengalaman dalam mengatasi tantangan ini, dapat membantu mengurangi risiko bisnis.|RE/EWINDO

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.