Home BUMN eSPeKaPe: Tak Cukup Satu Keahlian Bisa Wujudkan Visi Pertamina Menuju World Class...

eSPeKaPe: Tak Cukup Satu Keahlian Bisa Wujudkan Visi Pertamina Menuju World Class Energy Company

0
istimewa
Gedung Pertamina/ ist

ENERGYWORLD.CO.ID – Disebuah televisi swasta nasional memberitakan kandidat Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) yang terdiri dari empat nama yakni nama Syamsu Alam Direktur Hulu Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta pernah menjabat Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Nicke Widyawati pelaksana tugas (Plt) Pertamina, dan nama Amien Sunaryadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Namun sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda kapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Ketua Tim Penilaian Akhir (TPA) menetapkan pilihan dari keempat kandidat tersebut.

Ketua Umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) Binsar Effendi Hutabarat dalam rilisnya kepada pers (7/8/2018) menyatakan kendati menjadi preseden buruk dengan belum diputuskannya nama Dirut Pertamina yang definitif, tetap hak prerogatif ada pada keputusan Presiden Jokowi.

Terhadap keempat nama yang ditayangkan di televisi baru baru ini, bagi Binsar Effendi yang Panglima Gerakan Spirit ’66 Bangkit (GS66B) diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

“Kami, eSPeKaPe, percaya sepenuhnya Presiden Jokowi akan menetapkan Dirut Utama Pertamina yang dari figur yang terbaiknya” ujar Binsar Effendi yang juga Ketua Dewan Penasehat Laskar Merah Putih (LMP).

Hanya saja migas sebagai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, serta yang merupakan kekayaan alam yang terkandung di perut bumi dan didalamnya air laut dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang diamanatkan Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945, bukanlah perkara gampang untuk mencari nakhoda yang bisa mengemudikannya.

Menurut Ketua Umum eSPeKaPe tidak cukup hanya satu keahlian untuk bisa mewujudkan visi Pertamina menuju World Class Energy Company.

“Tanpa mengurangi rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam yang sarjana teknik geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988. Mohon maaf keahliannya Syamsu Alam di hulu meskipun bisa menjadi penolong kinerja badan usaha milik negara (BUMN) dibidang migas dengan menaikkan volume produksi, tetapi akan kurang berkemampuan mengurusi bisnis hilir yang harus memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Apalagi Syamsu Alam saat jabat Presiden Direktur (Presdir) PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi sempat dianggap tidak komunikatif terkait proyek EOR dengan sistem kerja sama operasi (KSO) dengan Daqing Oilfield Petroleum dan PT Geo Cepu Indonesia”, tuturnya.

Nama Hanung Budya Yuktyanta yang pernah menjabat Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina atau mantan Dirut Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang sarjana teknik mesin ITB 1983, lanjut Binsar Effendi, “Diragukan untuk memberantas mafia migas sampai ke akar-akarnya, karena dulu Petral saat Hanung memimpinnya menjadi sarangnya mafia migas”.

Nama Nicke Widyawati yang menjabat Plt Dirut Pertamina sampai ini yang jebolan master hukum bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) 2009 dan pernah menjadi Direktur Pengadaan Strategis 1 Perusahaan Listrik Negara (PLN), “Tentunya belum berkemampuan mensinergikan National Oil Company (NOC) Pertamina karena ketidakmengertian semua teknikal dibidang migas dan menjadi leadershipnya”, lanjut Binsar Effendi.

Dan yang keempat nama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi yang jebolan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tahun 1988, Ketua Umum eSPeKaPe katakan; “Dipastikan tidak akan mampu mewujudkan visi Pertamina menuju World Class Energy Company yang sejajar dengan korporasi migas asing besar di dunia”.

Concernnya eSPeKaPe sebagai stakeholders Pertamina tiada lain agar Pertamina mampu menyelesaikan akar masalahnya selama ini untuk kembali sehat, kuat dan mematuhi kebijakan dari Pemerintah yang memiliki saham 100 persen di BUMN migas satu-satunya di Indonesia ini.

“Sebab itu tidak cukup satu keahlian untuk menjadi Dirut Pertamina pada konteks neraca keuangannya menjadi sehat dan eksistensinya kembali kuat dan digjaya. Untuk itu kami, eSPeKaPe, percaya Presiden Jokowi menetapkan Dirut Pertamina yang definitif bisa mengembalikan kejayaannya” pungkasnya. |ATA/EWINDO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.