Home Ekbiz Corporate Bila Rekaman Freeport Ilegal, Penjara Menanti Bos Freeport dan Sudirman Said

Bila Rekaman Freeport Ilegal, Penjara Menanti Bos Freeport dan Sudirman Said

0

ENERGYWORLD – Pihak Freeport Indonesia lewat juru bicaranya, Riza Pratama, membantah memberikan jatah buat pejabat demi lolosnya perpanjangan kontrak karyanya. Riza memastikan Freeport mengikuti semua aturan hukum yang ada, sehingga tidak mungkin melakukan praktik pemberian jatah tersebut. “Sebagai kontraktor pemerintah, kami pastikan mengikuti aturan hukum yang ada,” ujar Riza di Jakarta, Rabu (18/11).

Mengenai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bahwa pihak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta saham Freeport, Riza mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). “Kami menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah, dalam hal ini MKD, supaya melakukan prosesnya. Kami tidak mau intervensi,” tuturnya.

Sementara itu, ahli hukum pidana yang merupakan konseptor Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Romli Atmasasmita, mengatakan keberanian bos PT Freeport merekam pertemuan dengan Setya Novanto perlu diapresiasi. Namun, tambahnya, keberanian itu harus dibayar mahal jika rekamannya ternyata ilegal.

“Jika rekaman hasil dari sadapan ilegal, Freeport bisa dipidana, termasuk SS yang melaporkan ke MKD,” kata Romli lewat lini masa akun Twitter-nya, Rabu siang. Dijelaskan Romli, Foreign Corrupt Practices Act 1997 Amerika Serikat memberikan ancaman pidana untuk kasus penyuapan pejabat asing oleh korporasi Amerika Serikat di semua negara.[Kom/Djun/prs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.