Home Ekbiz Corporate EWI: Dirut PGN Harus di Resufle

EWI: Dirut PGN Harus di Resufle

1

ENERGYWORLDINDONESIA – Isu resufle jilid II yang terus mengemuka ditengah masyarakat harus dipergunakan Presiden Joko Widodo sebagai momentum baru untuk memperbaiki yang kurang tepat selama ini. Sebab dari kepemimpinan Joko Widodo, rakyat banyak berharap adanya sebuah perubahan.

Begitu pun dibidang energi, banyak kalangan yang berharap adanya sebuah perubahan guna kepentingan rakyat.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdninand Hutahaean, resufle jangan hanya fokus pada menteri, namun presiden juga harus mengganti direksi BUMN yang salah tempat.

Wrigh man in the wrong place, ini harus diperhatikan presiden. Menyelesaikan masalah bangsa ini tidak boleh parsial, harus secara kompeherensif,” ujar Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6 November 2015).

Dalam keterangan tertulisnya, Ferdinand pun mencermati beberapa BUMN yang khususnya bergerak di bidang energi. Seperti Dirut PT Pertamina tbk (persero), Dwi Sutjipto. Ferdinand melihat, Dwi Sutjipto salah satu yang masuk kategori salah tempat.

“Hal ini terbukti bahwa Dwi Sutjipto yang punya kapasitas management tapi tidak mampu mengangkat performa Pertamina karena Dwi Sutjipto tidak paham tentang seluk beluk minyak dan gas. Mestinya Dwi Sutjipto ini lebih tepat diangkat menjadi mentri yang lebih cocok dengan kapasitasnya,” terang Ferdinand.

Sementara menurut Ferdinand, Pertamina harus dipimpin oleh orang yang paham seluk beluk bisnis migas. Dan akan lebih tepat jika dipimpin oleh orang yang berasal dari internal.

“Ada banyak yang mampu dengan kapasitas bagus seperti mantan direktur niaga Hanung Budya atau Ahmad Bambang. Kemampuan dan pengalaman harus jadi pertimbangan utama,” tegas Ferdinand.

Ferdinand juga mempersoalkan Dirut PT PLN, Sofyan Basyir, yang juga menjadi contoh yang sama seperti Dwi Sutjipto. Menurut Ferdinand, Sofyan Basyir boleh sukses disektor keuangan tapi gagal mengurus sektor energi seperti PLN.

“Jangan tempatkan ekonom mengurus teknologi karena pasti akan salah arah, dan sekarang PLN tidak jelas arah dan konsepnya terkait pembangunan 35 GW. Sofyan Basyir juga layak diganti oleh presiden,” kata Ferdinand.

Dan yang menjadi sorotan dari EWI adalah kepemimpinan Hendi Prio Santoso, selaku Dirut PT. PGN. Menururt Ferdinand, Hendi adalah sosok yang sudah gagal membawa PGN untuk bangkit, terbukti PGN merosot nilai sahamnya dan terjadi penurunan pendapatan yang sangat tajam.

“Hendi juga layak diganti segera. Mengapa hal ini sangat perlu, karena BUMN sektor energi ini adalah nyawa bangsa yang bila salah urus, yang terancam adalah bangsa dan negara. Presiden harus memahami hal ini supaya tidak salah memilih orang,” jelasnya.

Ferdinand menambahakan, bahwa selaku Dirut PGN, Hendi sekarang ini telah membawa bisnis PGN kearah yang tidak tepa, terlalu spekulatif dan terlalu berpikir bermain di pasar uang atau saham. Yang akhirnya kata Ferdinand, PGN tidak melakukan hal-hal yang bermamfaat bagi bangsa dan bagi rakyat.

“Contohnya bahwa PGN tidak memfokuskan diri membangun infrastruktur gas kepada masyarakat atau pelanggan industri. PGN lebih suka berbisnis disaham atau pasar uang, ini kan mendegradasi fungsi perusahaan ini dibentuk. Direksi sekarang membuat BUMN ini seperti perusahaan milik pribadi yang boleh dikelola semaunya dan meninggalkan mandat negara,” tandasnya. (armien sumardi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.