Home Ekbiz Sudirman Said bak Pendekar Kelana, Pintu pun Tertutup bagi Freeport

Sudirman Said bak Pendekar Kelana, Pintu pun Tertutup bagi Freeport

0

ENERGYWORLD.co.id – Ternyata langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko dan Wakil Presiden Jusuf ke Mahkamah Kehormatan Dewan bak pendekar kelana. Ia melaporkan soal itu atas inisiatif sorangan alias maunya sendiri, tanpa izin presiden. Padahal, Sudirman adalah menteri, yang merupakan pembantu presiden.

Soal tanpa izin itu terkonformasi dari pernyataan Menko Polhukam Luhut Binsa Pandjaitan. “Kami tidak ada waktu melakukan langkah hukum. Menurut kami, itu aneh. Mengapa dilaporkan oleh Menteri Sudirman, tanya saja dia, kenapa dia laporkan itu,” ujar Luhut dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (19/11). Namun, lanjutnya, Joko mengetahui siapa orang yang mendorong Sudirman Said melakukan langkah itu.

Luhut juga mengatakan, Presiden Joko mengambil sikap tidak akan melakukan negosiasi kontrak PT Freeport sebelum tahun 2019. “Kami tidak punya atensi atau keinginan negoisasi perpanjangan kontrak sebelum 2019. Anda pegang itu, presiden tidak mau. Dia selalu katakan, smelter harus jadi, local content harus ada, divestasi harus ada, dan pemberdayaan masyarakat harus jalan,” ungkap Luhut.

Ia juga menegaskan bahwa Joko menolak perpanjangan kontrak Freeport. “Catat dengan tebal, ya, pemerintah dan presiden dengan tegas menolak perpanjangan kontrak Freeport,” kata Luhut.  Keputusan itu, tambahnya, merupakan harga yang tak bisa ditawar dan diubah lagi.

Luhut menyatakan pula, dirinya tak pernah sekalipun terlibat dan bertemu dengan petinggi PT Freeport untuk membahas masalah kontrak. “Tidak pernah,” ujarnya.[Kom/Djun/PRS/BK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.