Home Minerba Isu Siapa Dibalik SS Jangan Kaburkan Substansi Skandal Freeport

Isu Siapa Dibalik SS Jangan Kaburkan Substansi Skandal Freeport

0
Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia/Istimewa

ENERGYWORLD.co.id – Polemik tentang skandal permintaan saham kepada Freeport Indonesia yang dilakukan oleh Setya Novanto belum jernih dan selesai, namun sekarang malah bertambah lagi isu dan polemik tentang siapa dibalik Sudirman Said hingga berani melaporkan SN ke MKD DPR RI.

Isu tentang siapa dibalik SN ini segera mencuat menjadi polemik baru setelah Menkopolhukan Luhut Panjaitan menyampaikan hal tersebut kepada publik meskipun dia tidak berani menyebut siapa secara gamblang orang yang dimaksud.

Berkenaan dengan hal tersebut, Ferdinand Hutahaean kepada ENERGYWORLD mempertanyakan, “Beginikah sikap seorang Menkopolhukam? Sangat kita sayangkan jika Pak Luhut menciptakan isu baru dan menjadi kegaduhan baru padahal Luhut pernah bicara akan melibas siapa saja yang bikin gaduh.”

Tidak hanya dari mulut Luhut semata, isu tentang siapa dibalik Sudirman Said juga menyeruak dari anggota DPR, Efendi Simbolon yang secara terang-terangan malah berani menuding Ari Soemarno sebagai aktor yang ada di belakan SS dengan target menghantam MRC yang ikut hadir dalam pertemuan antara SN dan MS dalam negosiasi ilegal kontrak Freeport beberapa waktu lalu.

“Apakah memang SS disetir oleh Ari Soemarno? Ataukah nama yang diisukan oleh Luhut dan disebut Efendi sama? Tidak ada yang tau pasti dan pernyataan tersebut terlalu spekulatif. Namun terlepas dari itu benar atau tidak, bagi EWI saat ini jangan ada upaya pengaburan substansi masalah dari adanya upaya perampokan hak negara yang dilakukan oleh ketua DPR RI Setya Novanto bersama dengan MRC yang ikut hadir menjadi isu baru dalang dibalik SS. EWI meminta kepada semua pihak agar tidak menimbulkan spekulasi apapun yang bisa mengaburkan substansi masalah. Ini skandal besar, jangan dialihkan substansinya menjadi isu liar yang tidak jelas,” tandas Ferdinand tegas.

Perbedaan sikap antara Menkopolhukam dan Wapres Jusuf Kalla yang berbeda pendapat tentang posisi SS juga menjadi kajian kritis EWI. Pasalnya Luhut menyatakan bahwa laporan SS ke MKD tidak mendapat restu presiden, bertolak belakang dengan Wapres yang menyatakan SS sudah lapor presiden.

“Perbedaan pernyataan tersebut justru menunjukkan indikasi bahwa semua ini justru perseteruan antara Wapres dan Menkopolhukam. Kami mendesak Presiden agar angkat bicara dan menuntaskan masalah ini secara transparan dan sesuai kaidah hukum yang berlaku. Jokowi jangan mengambil sikap acuh karena akan menimbulkan persepsi liar di tengah publik,” pungkas Ferdinand menuntut. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.