Home Ekbiz Pakar Hukum: Sudirman Said dan Freeport Bisa kena Pidana

Pakar Hukum: Sudirman Said dan Freeport Bisa kena Pidana

0

ENERGYWORLD.co.id –  Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof Romli Atmasasmita mengatakan bahwa jika hasil sadapan yang dilakukan PT Freeport terhadap percakapan Ketua DPR Setya Novanto ilegal maka perusahan tersebut serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang telah melaporkan Setnov ke MKD bisa dijerat pidana.

“Rekaman hasil dari sadapan ilegal, maka Freeport bisa dipidana termasuk Sudirman Said yang melapor ke MKD DPR,” ujar  Romli Atmasasmita kepada wartawan, Kamis (19/11).

Romli  mengatakan dokumen elektronik yang diserahkan Sudirman Said ke MKD DPR selain isinya harus benar juga harus mendapat persetujuan dari penegak hukum dan Badan Intelijen Nasional.

“Harus dilakukan instansi berwenang, penegak hukum dan BIN,” jelas Romli.

PT Freeport Indonesia, kata Romli bisa dikenakan pasal Foreign Corrupt Practices Act of 1977.

“Foreign Corrupt Practices Act 1997 Amerika Serikat ancaman pidana terhadap suap pejabat asing oleh korporasi AS di semua negara,”ungkapnya.

Masih kata Romli melanjutkan unsur-unsur suap melekat di PT Freeport Indonesia jika benar adanya pertemuan itu. “FCPA 1977/1988 unsur-unsur suap berlaku untuk Freeport,” ujarnya.

Ditegaskan Romli, FCPA sendiri dapat memberikan sanksi pidana dan perdata atas penyuapan yang dilakukan oleh perusahaan, warga negara Amerika kepada pegawai, pejabat asing.

Bagi perusahaan yang melanggar, FCPA dapat mengenakan denda hingga 2 juta dolar atau 2 kali nilai laba perusahaan. Sedangkan bagi perseorangan, FCPA dapat mengenakan denda 100 ribu dolar dan hukuman penjara sampai 5 tahun.

Kasus Ketua DPR Setya Novanto dan Freeport jadi sorotan terkait dugaan melakukan pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam rangka memuluskan PT Freeport Indonesia mendapatkan kontrak baru sampai 2041 padahal kontrak karya baru habis 2021 dan eveluasi akan dilakukan 2019.

Dalam transkrip yang beredar di publik, disebutkan Setya Novanto melakukan pertemuan dengan bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin ditemani  pengusaha minyak  M Reza Chalid. Sampai kini kasus ini masih berlanjut. (BK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.