Home Ekbiz Terungkap, Cara Media Cari Uang Lewat Kontrak Pencitraan Jero Wacik

Terungkap, Cara Media Cari Uang Lewat Kontrak Pencitraan Jero Wacik

0

EnergyWorld.co.id – Cara media melakukan perjanjian kontrak untuk mendongkrak pencitraan seseorang terungkap lewat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/11). Adalah Pemimpin Redaksi Indopos, Muhammad Sardono alias Don Kardono, yang membeberkannya ketika bersaksi untuk untuk terdakwa mantan Menteri ESDM Jero Wacik, yang didakwa melakukan dugaan penyelewengan dana operasional menteri (DOM).

Dalam kesaksiannya, Don mengakui mendapatkan perjanjian kontrak dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral untuk melakukan pencitraan baik untuk kementerian itu dan juga untuk Jero Wacik, menterinya ketika itu. Menurut Don, dirinya mendapati kontrak tersebut setelah bertemu dengan mantan Kepala Biro Perencanaan Setjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, yang mengaku diperintah Sekjen ESDM kala itu, Waryono Karno. “Diminta Pak Waryono untuk membantu pencitraan atau membuat mengemas citra positif tentang Jero Wacik,” ungkap Don kepada majelis hakim.

Don lalu menawarkan konsep pencitraan itu dengan nama smart reporting, yakni berupa berita-berita positif dan bukan iklan. “Yang kami tawarkan adalah smart reporting, yaitu memberi nuansa positif terhadap kementerian yang dipimpin Pak Jero Wacik. Pak Waryono dimintakan tolong untuk membangun citra kementerian yang dipimpin Pak Jero, bentuknya bukan iklan. Kalau iklan kelihatan dan enggak efektif di mata pembaca. Saya buat draft yang tujuannya sama untuk pencitraan,” tuturnya.

Don juga mengaku telah lama mengenal Waryono Karno, jauh sebelum Jero menjadi Menteri ESDM. Salah satu yang diminta Waryono ketika itu adalah membuat pencitraan positif jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Kami diundang bantu pencitraan beliau kalau tidak salah saat itu ada rencana kenaikan BBM. Jadi kementerian akan disorot publik karena, dari tahun ke tahun kalau ada kenaikan BBM, publik tidak tahu posisi negara seperti apa. Itu Pak Waryono meminta tolong ke kami untuk membantu,” ujar Don.

Ia juga menjelaskan, bentuk beritnya kemudian dipasang foto Jero Wacik dalamstatement yang menjelaskan versi negara, seperti memberi kesan menjelaskan ke publik. Kontrak itu, tambahnya,  dibuatnya dimulai pada tahun 2012 dan seharusnya berakhir pada Januari 2013. Namun baru berjalan tiga bulan, Don mengaku Waryono memutuskan kontrak begitu saja tanpa adanya keterangan pasti. “Kontrak kami satu tahun, mulai 19 Januari 2012, harusnya berakhir Januari 2013, lalu hanya tiga bulan kemudian diputus, proses pemutusannya juga kami tidak bisa konfirmasi, tidak ada surat dari Pak Waryono dan kami tidak tahu harus dilanjutkan atau tidak. Kami SMS, enggak dijawab. Ditelepon, enggak diangkat sampai sekarang. Kami dalam ketidakpastian karena janji satu tahun baru berjalan tiga bulan itu putus begitu saja,” kata Don. [Fer/Djun]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.