Home Ekbiz Indonesia & Malaysia Dirikan OPEC-nya Minyak Sawit

Indonesia & Malaysia Dirikan OPEC-nya Minyak Sawit

0

EnergyWorld.co.id – Indonesia dan Malaysia, dua negara produsen minyak sawit top dunia, Sabtu pekan lalu ( 22/11/2015), sepakat menandatangani berdirinya Dewan Negara-negara produsen minyak sawit (CPOPC) demi menjaga stabilitas harga dengan mengendalikan produksi dan stok di pasar global.

CPOPC yang berkedudukan di Jakarta ini, menurut Menko Rizal Ramli, mirip dengan organisasi negara-negara ekportir minyak mentah, OPEC, tulis Associated Press dan dikutip koran AS US NEWS & World Report, Senin (23/11/2015).

Menko Maritim dan Sumber Daya RI Dr Rizal Ramli mengatakan, dewan ini akan memainkan peran perubahan permainan (“game changer”) dalam industri minyak sawit dari kejatuhan harga akibat tekanan pasar serta menghindari praktik pertanian kelapa sawit yang tidak lestari.

Indonesia dan Malaysia mengusai 85 persen produksi minyak sawit dunia. Jatuhnya harga kelapa sawit pasti menohok perekonomian dua negara bertetangga ini.

Menko Rizal mengatakan, CPOPC akan membahas hambatan-hambatan perdaganagn minyak sawit untuk meningkatkan daya saing di pasar dunia, serta menggalakkan pertanian hijau dan berkelanjutan. Dengan demikian pendapatan 4 juta petani sawit kecil di Indonesia, dan 500 ribu lainnya di Malaysia, juga akan meningkat.

“Ini akan menjadi game changer untuk industri minyak sawit dalam banyak hal,” kata Menko Rizal, usai upacara penandatangan pembentukan CPOPC.

Menteri Perkebunan, Industri dan Komoditas malaysia, Amar Douglas Unggah Embas mengatakan, CPOPC tidak akan mematok harga ,minyak sawit, tetapi akan berusaha memastikan harga minyak sawit yang berkelanjutan dengan mengorganisir dan melakukan harmonisasi manajemen stok minyak sawit.

Keanggotaan CPOC bisa diperluas ke negara-negara produsen sawit dunia seperti Brasil, Colombia, Thailand, Ghana, Liberia, Papua Nugini, Filipina dan Uganda.

Menko Rizal mengatakan, CPOPC akan mengembangkan kerangka kerja industri minyak sawit yang berkelanjutan. Dengan menetapkan standar yang tinggi dalam pertanian sawit berkelanjutan, akan membantu pencegahan pembakaran hurtan dan lahan untuk membuka kebun sawit di Indonesia yang menimbulkan kabut asap setiap tahun.

“Kami tahu kami masih harus bekerja keras untuk meminimalisir dampak kabut asap,” tambah Menko Rizal. Indonesia dan Malaysia masing-masing menyetor US$ 5 juta untuk dana operasional CPOPC.(ic/ewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.