Home Ekbiz Corporate RR: Freeport Tidak Mendatangkan keuntungan buat Indonesia, Apalagi Papua

RR: Freeport Tidak Mendatangkan keuntungan buat Indonesia, Apalagi Papua

0

ENERGYWORLD.co.id – Kasus Freeport yang makin Gaduh dihgarapkan bisa dijadikan momentum untuk memperbaiki tata kelola industri tambang asing.

Hal ini diungkapkan  Menko Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, selama 48 tahun kontrak karya PT Freeport berjalan di Bumi Papua, tidak mendatangkan keuntungan signifikan kepada rakyat Indonesia, khususnya warga Papua.

“Indonesia merugi akibat ulah Freeport dan pejabat yang mau disogok,” ujar Rizal Ramli.

Selama ini menurut Menko yang biasa disapa RR,pemerintah harus berhati-hati dalam memutuskan kontrak karya dengan perusahaan asing, khususnya Freeport.

“Selama 48 tahun Freeport hanya berikan royalti 1 persen, padahal perusahaan lain sudah 4 sampai 5 persen. Selain itu, limbah perusahaan Freeport dibuang begitu saja, yang akibatnya merusak lingkungan dan menjadi penyakit,” paparnya.

Kini, kata mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, Freeport kembali berulah dengan mengulur-ulur waktu divestasi (penyertaan saham) 10,64%, serta ketidakjeelasan komitmen membangun smelter. “Dalam hal ini, negara jelas merugi akibat Freeport,” tandas Rizal.

Sementara itu, Ketua Setara Insitute Hendardi mengatakan, kisruh Freeport yang menyeret Ketua DPR harus dijadikan momentum pemerintah untuk menata ulang investasi sektor pertambangan. Bahwa sesuai kontitusi, tata kelolanya harus mengacu kepada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Saya menduga, kisruh Freeport hanya salah satu contoh saja. Pada sektor-sektor lain, hampir bisa dipastikan, alokasi saham untuk pejabat pemberi izin, rekomendasi, dan akses itu kemungkinan besar terjadi,” kata Hendardi.(IN/EWI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.