Home Energy Black & Veatch Dipercaya PLN untuk Bangun Perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara...

Black & Veatch Dipercaya PLN untuk Bangun Perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara 315 MW Lontar

1
Istimewa

Jakarta, ENERGYWORLD.co.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memilih Black & Veatch untuk memimpin proyek perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) 315 MW Lontar. lokasi proyek Lontar berada di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Black & Veatch merupakan penyedia EPC yang andal dan pemimpin teknis secara keseluruhan. Perusahaan ini juga menyediakan pasokan peralatan serta manajemen konstruksi dan komisioning. Sumitomo bertanggung jawab untuk penyediaan  boiler dan turbin uap. Sedangkan, PT SSP bertanggung jawab untuk pembangunan seluruh fasilitas. Black & Veatch memperkerjakan lebih dari 100 profesional di Indonesia dan dalam waktu kurang dari dua tahun jumlah karyawan local meningkat 3 kali lipat.

Sejak tahun 1969, Black & Veatch telah melaksanakan hampir 100 proyek energi dan air di 24 provinsi di seluruh Indonesia. Untuk pembangkit listrik sendiri, perusahaan ini telah berkontribusi pada hampir 15.000 megawatt (MW) dari kapasitas listrik terpasang di seluruh negeri.

Pembangkit listrik pemenang penghargaan, Tanjung Jati Unit 3&4 menambahkan daya sebesar 1.320 MW pada jaringan listrik di tahun 2012 dan merupakan contoh proyek yang baru-baru ini diselesaikan oleh Black & Veatch, Sumitomo dan PT SSP. Seluruh pembangkit listrik, termasuk perluasan terbaru, memiliki kapasitas yang menyediakan sekitar 12% dari listrik yang tersedia pada jaringan Jawa-Bali.

Bersama dengan mitra konsorsium Sumitomo Corporation (Sumitomo) dan PT Satyamitra Surya Perkasa (SSP), Black & Veatch akan membawa keahlian memimpin manajemen proyek untuk menyelesaikan kontrak EPC (engineering, procurement, and construction) sesuai dengan jadwal. Bersama-sama, ketiga mitra ini memiliki rekam jejak dalam membangun fasilitas pembangkit yang andal secara tepat waktu serta memenuhi bahkan melampaui ekspektasi pencapaian hasil di Indonesia.

“Konsorsium akan membangun pembangkit listrik kelas dunia secara aman, sesuai dengan jadwal dan anggaran yang ditetapkan,” ungkap, Mark McDermott, Associate Vice President dan Project Director, Black & Veatch. “Sebagai pemimpin teknis EPC, kami akan berbagi dan mentransfer pengetahuan yang penting bagi para profesional dan mitra lokal, yakni PTSSP dan PLN.”

Proyek Lontar merupakan kontrak EPC pertama Black & Veatch langsungdengan PLN. Namun demikian, perusahaan ini telah melayani PLN selama lebih dari 40 tahun. Termasuk dengan mengerjakan berbagai proyek teknis dan jasa konsultansi pada tahun 1980-an dan proyek EPC pada 1990-an. Baru-baru ini, Black & Veatch memenangkan kontrak jasa konsultansi teknis untuk membantu percepatan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2GW di Indonesia.

Selain itu, sejak 1969, Black & Veatch telah berkontribusi sebesar hampir 15.000 megawatt (MW) dari seluruh kapasitas listrik terpasang di Indonesia. Black & Veatch juga telah menjalin kemitraan selama bertahun-tahun dengan banyak perusahaan seperti PT SSP.

Sebagai bagian dari Proyek Lontar, Black & Veatch secara konsisten melaksanakan program “constructability”. Constructability merupakan teknik manajemen proyek tingkat lanjut yang diterapkan mulai dari tahap proposal, pengerjaan teknis, dan pengadaan serta keseluruhan proses pembangunan sehingga menghasilkan jadwal konstruksi yang terprediksi dengan lebih baik.

Program ini mengutamakan proses dan pola piker yang berorientasi kepada konstruksi keseluruhan proyek, mulai dari konsep teknis, hingga fabrikasi dan pengiriman. Semua pekerjaan sudah direncanakan dengan berorientasi pada konstruksinya.

“Konsep constructability telah berhasil diterapkan pada proyek-proyek sebelumnya di Indonesia. Berbagi tentang best practice pada semua mitra proyek secara bebas merupakan kunci keberhasilan,” kata Kevin Bachler, Construction Operations Manager, Black & Veatch. “Semua mitra harus membawa pengalaman sukses dari proyek-proyek sebelumnya untuk memastikan bahwa pengetahuan dan pembelajaran dapat diintegrasikan ke dalam desain dan suplai peralatan, yang pada gilirannya akan mendukung konstruksi proyek tepat waktu.”

Pendekatan seperti ini yang telah Black & Veatch lakukan selama bertahun-tahun terhadap para insinyur dan professional lokal PT SSP baik di lokasi proyek maupun melalui pelatihan di ruang kelas. Pendekatan tersebut diterapkan secara aktif untuk mensukseskan penyelesaian pembangkit Tanjung Jati B Unit 3 & 4 lebih cepat dari jadwal pada 2012, serta mendapatkan penghargaan dengan menambahkan 1.320 MW pada jaringan listrik Jawa-Bali yang merupakan kerjasama antara Sumitomo, Black & Veatch dan PT SSP.

“Constructability berfokus pada proses pembangunan pada area-area  yang seringkali berbeda dengan kondisi di lapangan, seperti proses teknis dan desain. Hasilnya adalah pengalaman kerja di lapangan yang lebih lancar, mengurangi kesalahan, keterlambatan dan pembengkakan biaya,” ujar JimSchneiders, Senior Vice President and Managing Director, Power EPC, Asia yang berbasis di Jakarta.” Tidak sekedar teknologi dan alat yang digunakan, program ini juga merupakan contoh bagaimana perusahaan seperti Black & Veatch berbagi pengetahuan yang menciptakan manfaat berkelanjutan bagi komunitas teknik dan konstruksi di Indonesia.”

Constructability adalah komponen utama pada proyek Lontar karena akan dibangun di samping unit yang telah ada dan masih beroperasi penuh. Hal ini mengharuskan adanya perencanaan yang cermat. Hasilnya, perluasan proyek Lontar akan memungkinkan PLN untuk memasok pasokan listrik lebih tepat waktu bagi masyarakat Jakarta sebelum pembangunan Greenfield Site. Lontar juga akan menggunakan teknologi batubara terkini untuk mengoptimalkan efisiensi dan listrik yang dihasilkan.

Teknologi batu bara superkritis (Supercritical coal-fired technology) memerlukan lebih sedikit batu bara permegawatt-hour dibandingkan dengan pembakaran batu bara konvensional, sehingga menurunkan emisi (termasuk karbon dioksidadan merkuri), serta menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan biaya bahan bakar yang lebih rendah permegawatt-nya. (WAW)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.