Home Ekbiz Presiden Joko Tegur Sudirman Said untuk Tidak Berpolemik!

Presiden Joko Tegur Sudirman Said untuk Tidak Berpolemik!

0

EnergyWorld.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegur Menteri ESDM Sudirman Said terkait kegaduhan yang terjadi dalam kasus perpanjangan Kontrak Karya PT Freeport Indonesia. Presiden Jokowi juga memberikan arahan kepada Sudirman Said agar tidak berpolemik lebih lanjut.

“Kami juga diberi arahan untuk tidak berpolemik lebih lanjut, segala sudah jelas, ini urusan etika, urusan moral jadi kita masih punya kepercayaan, MKD akan beri keputusan yang terbaik yang sesuai dengan nurani publik,” kata Sudirman Said menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (8/12/2015).

Ia mengaku tugasnya untuk menyampaikan keterangan ke MKD telah selesai, dan kini tinggal menanti MKD mengambil keputusan.

Sebelumnya, dalam kisruh rekaman terkait makelar saham Freeport, Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) Mahfud MD menilai peran Menteri ESDM Sudirman Said lebih merusak daripada Ketua DPR Setya Novanto.

“Dlm ribut2 Freeport ini bs sj peran SS lbh destruktif daripada Novanto. Oleh krn itu novanto hrs ditindak tegas. SS pun hrs segera diproses,” kata Mahfud lewat akun Twitter yang dipantau Selasa (08/12/2015).

Sudirman Said, kata Mahfud, melanggar UU No. 4/2009 tentang konsentrat dan menjamin perpanjangan kontrak Freeport secara otomatis, sebagaimana yang dikabarkan pernah dia janjikan ke petinggi Freeprot. UU No. 4/2009 tersebut melarang sistem kontrak.

Dengan diberlakukannya UU tersebut, otomatis kontrak Freeport sudah berakhir dan tidak boleh diperpanjang dengan sistem kontrak. “Sebenarnya berdasar UU No. 4/2009 kontrak dengan Freeport sudah selesai, tak bisa diperpanjang dengan sistem kontrak,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Mahfud, Setya Novanto telah nyata-nyata melanggar etika dan juga harus dihukum. (RNS/EW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.