Home Migas Korporasi Refleksi 58 Tahun Pertamina: Pemerintah dan DPR Harus Bebaskan dari Kepentingan Politik...

Refleksi 58 Tahun Pertamina: Pemerintah dan DPR Harus Bebaskan dari Kepentingan Politik dan Rente

0

ENERGYWORLD.co.id – Tak terasa 58 tahun sudah Pertamina berdiri di republik yang kita cintai ini. Itu artinya 58 tahun jualah Pertamina bertarung dalam naik turunnya produksi minyak. Tak hanya itu saja, berarti 58 tahun juga Pertamina telah bertarung di tengah pusaran politik yang menjadi batu besar yang menghujam dan menghambat kemajuannya sehingga terlambat menjadi perusahaan kelas dunia di bidang energi. “Puji Syukur hingga saat ini Pertamina tetap bertahan menjadi BUMN terbesar direpublik ini meski dengan segudang catatan plus minus yang harus diperbaiki kedepan,” begitu diungkapkan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean kepada majalah Energy World Indonesia.

Ia menambahkan, 58 tahun Pertamina harus menjadi moment dan kesempatan yang tepat untuk lepas dari segala kepentingan politik, baik itu kepentingan politik pemerintah maupun kepentingan politik partai yang duduk menjadi wakil rakyat di lembaga legistalif DPR. “Keterlambatan Pertamina menjadi perusahaan terkemuka didunia di bidang energi adalah terutama karena faktor politik. Pemerintah memperalat Pertamina untuk tujuan politik kekuasaan dan rente, serta DPR memperalat Pertamina untuk mengeruk rente melalui hak pengawasan. Inilah masalah utama dari Pertamina selain inefisiensi yang harus terus digalakkan,” tegas Ferdinand prihatin.

Menurutnya, ke depan, harus ada niat jernih dari pemimpin negara ini untuk melepaskan Pertamina dari segala kepentingan politik dan rente. Ekselutif harus rela melepas segala kepentingan dari Pertamina, begitu juga legislatif harus iklas melepas kepentingannya dari bisnis Pertamina. Eksekutif lebih baik menambah jumlah komisaris dari kelompok independen untuk mengawasi Pertamina dan legislatif melepaskan hak pengawasannya terhadap Pertamina dan seluruh BUMN.

“DPR cukup memanggil Kementerian BUMN untuk melakukan fungsi pengawasannya dan tidak lagi langsung memanggil BUMN seperti Pertamina, supaya Pertamina bisa bekerja profesional dan tidak terhambat oleh kepentingan rente oknum-oknum yang memanfaatkan posisinya. Ini sangat penting demi kebesaran Pertamina agar mampu membawa Indonesia berdaulat di bidang energi,” harap Ferdinand.

Namun selain kepentingan politik, Ferdinand juga berharap Pertamina tentunya harus juga melakukan efisiensi di segala lini, meningkatkan profesionalitas dan mengedepankan transparansi dalam berbisnis, serta terus mengembangkan bisnis lain di bidang energi terutama energi baru. “Tanpa itu semua, Pertamina tidak akan mampu membawa Indonesia berdaulat,” tegasnya.

Selamat HUT ke-58 Pertamina. Dirgahayu Pertamina, semoga tetap jaya, semakin besar dan membawa Indonesia berdaulat di bidang energi, menjadi perusahaan terkemuka di dunia. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.