Home Lingkungan Hidup WALHI: Kondisi Sungai, Pantai, Udara dan Lingkungan Lainnya Harus Dapat Diakses Publik...

WALHI: Kondisi Sungai, Pantai, Udara dan Lingkungan Lainnya Harus Dapat Diakses Publik Secara Real Time

0
Petugas membersihkan bangkai ikan mati yang terapung di sepanjang Pantai Ancol, Jakarta Utara, Senin (30/11). Menurut Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta matinya ribuan ikan tersebut diperkirakan akibat fenomena alam berupa perubahan cuaca ekstrem yang menyebabkan gejolak di dalam laut sehingga ikan-ikan kekurangan oksigen. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/15.

ENERGYWORLD.co.id – WALHI DKI Jakarta mengapresiasi aksi reaktif Gubernur DKI Jakarta bersama BPLHD dan Dinas Kelautan yang langsung melakukan pemeriksaan lapangan terkait ditemukan banyaknya ikan-ikan yang mati di beberapa titik sepanjang pesisir pantai utara Jakarta. Hal ini diungkapkan Elnard Peter, Kepala Departemen Kajian & Pengembangan WALHI DKI Jakarta kepada ENERGYWORLD melalui rilis.

“Namun demikian, upaya ini dirasa belum memberikan ketenangan terutama kepada masyarakat penikmat area wisata pantai, konsumen produk ikan tangkapan ataupun pelaku usaha di area terdampak,” ujar Elnard mengingatkan.

Ia menambahkan, “Ramainya pemberitaan pada media mengenai dugaan-dugaan yang menyebabkan kematian massal ikan-ikan kami sayangkan tidak berasal satu pintu dari SKPD PEMPROV DKI Jakarta yang ternyata masing-masing SKPD memiliki teori ataupun dalil yang berbeda sebelum adanya hasil pembuktian yang patut.”

Contoh dugaan yang disayangkan WALHI adalah dugaan kematian massal ikan akibat limbah industri yang dibuang melalui sungai di Jakarta ataupun yang berasal dari kawasan hulu sungai sehingga ikan-ikan mengalami keracunan dan mati. Demikian pula dengan dugaan adanya Hidrogen Sulfida yang merupakan bahan mudah terbakar dan meledak yang tercampur dengan air laut tanpa didahului pemeriksaan spesimen air maupun bangkai ikan.

Pada pemberitaan hasil uji laboratorium (j.mp/1Nf0EBU) pun pihak Dinas Perikanan meyakini pencetus terjadinya fenomena kematian massal ikan murni disebabkan karena kombinasi suhu antara air bawah dengan air permukaan dengan korelasi kepada cuaca ekstrim. Semestinya SKPD yang melakukan pengujian laboratorium adalah BPLHD didampingi Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perikanan dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta untuk menyampaikan perihal fenomena ledakan ganggang dan dampaknya bagi masing-masing industri khususnya kepada kesehatan maupun keselamatan manusia.

Perlu diketahui semua pihak bahwa WHO menemukan sekitar 300 mikro alga dalam setiap kejadian ledakan populasi ganggang/alga dan karena peristiwa tersebut bersifat fenomenal di negara berkembang, maka promosi edukatif mulai pendidikan menengah tengah digencarkan UNICEF di negara-negara berkembang terhadap ledakan ganggang di perairan pantai seperti yang baru saja terjadi.

WALHI mengharapkan adanya status lingkungan yang ditetapkan oleh PEMPROV DKI Jakarta apakah dengan ditemukannya materi timah dari air pantai ancol tetap aman bagi manusia bila bekerja ataupun berwisata disekitar pantai. Masyarakat tentu memerlukan adanya klarifikasi perihal temuan timah ini, karena ditengarai memiliki keterkaitan dengan pasir reklamasi yang diduga khusus didatangkan dari daerah yang mengandung timah.

Mereka juga berharap ke depan ada perbaikan nyata yang dilakukan PEMPROV DKI Jakarta dalam pemantuan dan pengelolaan lingkungan yang proaktif dengan menyediakan situs mikro (laman web) spesifik terkait kegiatan pemantauannya seperti kondisi sungai, pantai, kualitas udara dan lingkungan lainnya yang dapat diakses publik secara real time.

“Saran kami kepada Pak Gubernur Ahok agar pelaksanaan pemantauan dan pengelolaan lingkungan hidup sungguh-sungguh mengikuti standar praktik internasional dengan memenuhi sertifikasi SDM pelaksana serta perangkat kerjanya.,” pungkas Elnard Peter, Kepala Departemen Kajian & Pengembangan WALHI DKI Jakarta, menyarankan. (WAW)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.