Home Ekbiz Corporate ESDM Gandeng BUMN Untuk Proyek Infrastruktur

ESDM Gandeng BUMN Untuk Proyek Infrastruktur

0
"Pemerintah mulai memupuk Dana Ketahanan Energi. Jadi tadi diputuskan Dana Ketahanan Energi dari Premium kita pungut Rp 200 per liter, dari Solar Rp 300 per liter," kata Sudirman dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (23/12).

ENERGYWORLD – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM, M. Teguh Pamudji memastikan pihaknya melibatkan perusahaan pelat merah seperti PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT LEN, PT INTI, PT PLN, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad, PT Pertamina, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk, untuk menggarap proyek infrastruktur ESDM.

“Ada PP (Peraturan Pemerintah) nomor 79 tahun 2015 mengenai jasa konstruksi. Kemudian ada Perpers juga tahun 2016, bahwa sebetulnya untuk pengadaan barang dan jasa bisa ditunjuk langsung BUMN. Nggak perlu diadakan lelang. Jadi, inilah kita mengundang BUMN,” terangnya di Jakarta.

Dijelaskan dia, anggaran dalam proyek kali ini mencapai angka Rp3,6 triliun. Namun, sebahagiannya sudag dilelang oleh pihak kementerian.

“Ini kan ada alokasi anggaran dari APBN, untuk infrastruktur jumlahnya cukup signifikan sekitar kurang lebih masih ada Rp 3,6 triliun,” kata dia.

Salah satu proyek yang sedang digarap adalah jaringan gas kota dan pembangunan SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas). Proyek ini digarap oleh Pertamina. Kemudian, Pertamina akan menggandeng BUMN konstruksi seperti Wijaya Karya atau Adhi Karya untuk ikut terlibat dalam membangun jaringan gas kota dan SPBG.

“Kita tugaskan ke Pertamina untuk mengelola jaringan gas kota dan pembangunan SPBG. Nah, Pertamina biasanya melakukan pelelangan untuk melakukan kerja fisiknya, sekarang bisa dikerjasamakan pekerjaan itu dengan BUMN yang biasa mengerjakan konstruksi seperti Wijaya Karya dan Adhi Karya,” cetusnya.

Sehingga, diharapkan berbagai proyek ini dapat berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih perusahaan pelat merah sudap mampu melakukannya dengan baik. (REZA/mgs)