Home BUMN Dirut Pertamina Diduga Berbohong Soal Proses Tender ISC

Dirut Pertamina Diduga Berbohong Soal Proses Tender ISC

0

ENERGYWORLD – Salah satu bukti kebohongan yang dilakukan Diretur Utama Pertamina Dwi Soetjipto  adalah pada tangal 24 November 2015, dalam sebuah event bertajuk “Pertamina Energy Forum” dia mengatakan bahwa Pertamina akan lebih transparan dalam melaksanakan tendernya, dan dengan sistem elektronik juga maka harga pemenang setiap hasil tender minyak mentah dan BBM dapat diketahui oleh siapa pun di website Pertamina.

Hal ini mendapat tangapan dari pengamat Energi Yusri Usman bahwa faktanya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. “Artinya dia telah melakukan kebohongan publik terkait fakta terhadap tender minyak mentah dari Afrika Barat untuk kebutuhan semester dua yang sudah dilaksanakan pada 25 April 2016 setelah jam kantor atau malam hari, “ujar Yusri kepada ENERGYWORLD.

Lebih lanjut Yusri menilai dengan ditutupnya penawaran tangal 27 April 2016 jam 14.00 wib (hanya tidak sampai dua hari kerja, menurut sumber di Pertamina dan dia salah satu pejabat Pertamina, ini sama saja dengan proses penunjukan langsung).  baca: ISC Pertamina Diduga Lakukan Kebohongan Publik

“Undangan peserta yang terbatas dari jumlah rekanan yang menurut ISC ada 133 perusahaan dan menurut Wianda Pusponegoro sebagai VP Corporate Cumunications Pertamina ada 150 perusahaan, ini pun tidak jelas mana yang bisa dipercaya omongannya,” jelas Yusri.

Tidak ada makan siang yang gratis

Ungkapan ini nampaknya menjadi penting jika selama ini Pertamina memang banyak di sarang penyamun. Adapun soal penghematan proses pengadaan melalui ISC yang sering digadangkan Dwi Soetjipto di berbagai kesempatan tentu dapat dibaca oleh publik sebagai pencitraan dirinya.

“Ini mungkin hanya dia gadang-gadangkan karena mimpi menjadi Menteri BUMN, dengan mengorbankan prinsip GCG yang sudah menjadi komitmen bersama seluruh karyawan Pertamina sebagai kebanggaan dalam bekerja untuk menjadikan Pertamina sebuah perusahaan nasional berkelas dunia,” ujarnya.

Soal tidak ada makan siang yang gratis adalah dugaan intervensi terhadap fungsi ISC, ini dapat juga dibaca oleh publik sebagai balas jasa untuk pihak-pihak yang telah berjasa menempatkan direksi dari orang luar untuk memimpin Pertamina, tandasnya. (ars)