Home Energy Gas Medco Energi Segera Keruk Gas di Aceh Dengan Process Clause

Medco Energi Segera Keruk Gas di Aceh Dengan Process Clause

0

ENERGYWORLD – Setelah memperoleh izin dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang telah menandatangani kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) senilai US$ 240 juta (Rp 3,1 triliun) dengan konsorsium JEC yang terdiri dari PT JGC Indonesia dan PT Encona Inti Industri, akan segera mengembangkan proyek gas Blok A di Aceh tahun ini.

Untuk melaksanakan pengerjaan di Blok A, MedcoEnergi akan menggunakan process clause yang bisa mengurangi kandungan H2S di wilayah proyek tersebut. Pasalnya karakteristik dari daerah tersenut sesuai dengan peralatan yang digunakan.

“Kalau yang di Blok A ini teknologi terapan yang sudah kita kerjakan sekarang ini adalah bagaimana kami m-reduce H2S, karena di beberapa lapangan kita yang ada di Blok A ini kandungan H2S-nya itu cukup tinggi. Sampai dengan kategori takaran berapa itu kategori-nya berbahaya jadi harus dibenahi (bagi manusia). Kalau misalnya dari facility sendiri, dia bisa merusak pipa-pipanya. Teknologi ini bisa mengurangi hal tersebut,” kata Haryo Amiluhur, CPP Engineering dari PT Medco E&P Malaka di sela 40th IPA Convex, JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).

Dijelaskan dia, kandungan Gas yang terdapat di tersebut diperkirakan 1,2%, sementara untuk konsentrasi gas yang dijual maksimal 20 ppm 1,2% atau setara dengan 12.000 ppm.

“Untuk itu konsentrasinya harus diturunkan dari 12.000 ppm ke 20 ppm, dan otomatis kandungan H2S harus diangkat dan dalam jumlah yang banyak,” terangnya.

Sementara untuk limbah yang dibuang langsung merupakan racun bagi manusia. “H2S yang sudah diangkat nanti diolah menjadi sulfur elemental dengan kemurnian tinggi. Jadi kemudian sulfur yang kita dapatkan tadi kita ubah jadi padatan kemudian nanti bisa kita kirimkan ke industri, biasanya untuk pupuk chemical.

Medco Energy sendiri menargetkan gas pertama dari Blok A akan dialirkan kuartal pertama 2018. Hal itu sesuai perjanjian jual beli gas yang ditandatangani pada Januari 2015 dengan Pertamina.

“MedcoEnergi akan mengirimkan sebanyak 58 Billion British Thermal Units (BTU) per hari, 198 trillion BTU selama 13 tahun. Dan dengan total investasi lebih dari US$ 900 juta, proyek gas Blok A akan mempekerjakan lebih dari 3000 orang selama masa konstruksi,” tutupnya.ENERGYWORLD – Setelah memperoleh izin dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang telah menandatangani kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) senilai US$ 240 juta (Rp 3,1 triliun) dengan konsorsium JEC yang terdiri dari PT JGC Indonesia dan PT Encona Inti Industri, akan segera mengembangkan proyek gas Blok A di Aceh tahun ini.

Untuk melaksanakan pengerjaan di Blok A, MedcoEnergi akan menggunakan process clause yang bisa mengurangi kandungan H2S di wilayah proyek tersebut. Pasalnya karakteristik dari daerah tersenut sesuai dengan peralatan yang digunakan.

“Kalau yang di Blok A ini teknologi terapan yang sudah kita kerjakan sekarang ini adalah bagaimana kami m-reduce H2S, karena di beberapa lapangan kita yang ada di Blok A ini kandungan H2S-nya itu cukup tinggi. Sampai dengan kategori takaran berapa itu kategori-nya berbahaya jadi harus dibenahi (bagi manusia). Kalau misalnya dari facility sendiri, dia bisa merusak pipa-pipanya. Teknologi ini bisa mengurangi hal tersebut,” kata Haryo Amiluhur, CPP Engineering dari PT Medco E&P Malaka di sela 40th IPA Convex, JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).

Dijelaskan dia, kandungan Gas yang terdapat di tersebut diperkirakan 1,2%, sementara untuk konsentrasi gas yang dijual maksimal 20 ppm 1,2% atau setara dengan 12.000 ppm.

“Untuk itu konsentrasinya harus diturunkan dari 12.000 ppm ke 20 ppm, dan otomatis kandungan H2S harus diangkat dan dalam jumlah yang banyak,” terangnya.

Sementara untuk limbah yang dibuang langsung merupakan racun bagi manusia. “H2S yang sudah diangkat nanti diolah menjadi sulfur elemental dengan kemurnian tinggi. Jadi kemudian sulfur yang kita dapatkan tadi kita ubah jadi padatan kemudian nanti bisa kita kirimkan ke industri, biasanya untuk pupuk chemical.

Medco Energy sendiri menargetkan gas pertama dari Blok A akan dialirkan kuartal pertama 2018. Hal itu sesuai perjanjian jual beli gas yang ditandatangani pada Januari 2015 dengan Pertamina.

“MedcoEnergi akan mengirimkan sebanyak 58 Billion British Thermal Units (BTU) per hari, 198 trillion BTU selama 13 tahun. Dan dengan total investasi lebih dari US$ 900 juta, proyek gas Blok A akan mempekerjakan lebih dari 3000 orang selama masa konstruksi,” tutupnya.(REZ)