Home Ekbiz Laba dari Bisnis Sektor Hilir Terbukti Malah Jadi Andalan Pertamina

Laba dari Bisnis Sektor Hilir Terbukti Malah Jadi Andalan Pertamina

0
Gedung Pertamina /EWINDO

Laba Dari Bisnis Sektor Hilir Terbukti Malah Jadi Andalan Pertamina

Oleh : M Kholid Syeirazi
Pengamat Enerji
Sekjen Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU)
Penulis Buku : Dibawah Bendera Asing

Harus kita akui Pertamina masih mengandalkan bisnisnya dari sektor hilir. Kalau kita lihat data di bawah ini, 94% pendapatan Pertamina disumbang dari hilir, padahal 89% dari laba kotor (EBITDA) Pertamina diperoleh dari sektor hulu.

Ini merupakan anomali dari kinerja perusahaan minyak yg umumnya mengumpulkan revenue dan laba dari bisnis hulu. Kenapa ini bisa terjadi?

Sejak Inpres No. 12 Tahun 1975, Pertamina hanya jadi talang kering. Pertamina gagal ekspansi hulu karena seluruh bagian penerimaan negara, baik yang berasal daribkontraktor asing maupun dari Pertamina sendiri, harus langsung disetorkan ke Pemerintah cq. Departemen Keuangan.

IMG-20160610-WA006Tanpa akumulasi modal, Pertamina lumpuh di sisi hulu dan berubah fungsi dari NOC menjadi penjual eceran BBM. Perlakuan ini berbeda dengan Petronas, 70% bagian penerimaan negara diinvestasikan kembali ke Petronas sehingga ia tumbuh betul2 menjadi world oil class company.

Laba Pertamina disumbang dari kegiatan hulu, ttp struktur revenue-nya didominasi dari hilir (direktorat pemasaran dan niaga) diliberalisasi, disuruh bersaing dengan asing.

Jika skenario Inpres 12/75 dan UU Migas diikuti, Pertamina, in the long run, akan terpental di hulu dan hilir.

Saya yakin, tanpa pemihakan melalui regulasi, Pertamina tdk akan betul2 menjadi NOC yg leading di sisi hulu. Struktur revenue-nya akan terus didominasi bisnis hilir karena marketnya memang sangat besar. (sz)