Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan, meskipun tander dibatalkan dalam megaproyek tersebut. Namun akan dikerjakan dengan skema pengembang swasta (independent power producer/IPP).”Tapi, bentuknya nanti kerja sama (antara anak perusahaan PLN dengan swasta),” katanya di Jakarta, Selasa (28/6/2016)
Hal tersebut dikuatkan oleh Dirut PLN Sofyan Basir. Dimana pihaknya mempunyai cukup dana untuk membangun proyek PLTU yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp40 triliun. Bahkan dari revaluasi aset PLN tercatat sekitar Rp850 triliun. Sehingga PLN mempunyai kemampuan pinjaman tiga kali lipatnya atau sekitar Rp2.000 triliun.
”Dana tidak masalah. Kami ada. Besar sekali kemampuan kami, sehingga tidak masalah kalau PLTU itu dibangun sendiri,” tutup Mantan Direktur Utama PT Bank BRI ini.
Seperti diketahui, PLN telah membatalkan lelang IPP untuk proyek PLTU Jawa 5 karena dinilai terdapat kejanggalan. Lelang yang sudah diikuti enam peserta, dengan tiga di antaranya memasukkan penawaran. Namun, hanya dua peserta yang dinyatakan lolos sebagai calon pemenang. -RZ/DS