Home Migas Pemerintah Kembali Janjikan Formulasi Baru ICP Berubah Akhir Juli

Pemerintah Kembali Janjikan Formulasi Baru ICP Berubah Akhir Juli

0
Ilustrasi

ENERGYWORLD – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja kembali mengumbar janji perubahan acuan penetapan harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) pada akhir Juli ini.

“Sabar ya, kan berlaku diakhir bulan. Tunggu pak Menteri pagi ini, nanti ngobrol di migas soal ICP, saya sudah lapor 3 opsi ke pak Menteri, nanti pak Menteri yang pilih, tapi kan lebaran dulu. Kita fokus ke lebaran dulu kemarin,” kata Wirat di Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Wirat menjelaskan, lambatnya kebijakan tersebut dikarenakan libur lebaran Idul Fitri. Meski demikian segera memutuskannya.

“Kita adjust gitu. Selama ini kita tergantung referensi RIM sama Plats. Sekarang lebih banyak mengacu ke Brent. Kita lihat juga attachment-nya ke Brent dan WTI,” terangnya.

Sedangkan penetuan patokan harga, akan lebih realistis dengan kondisi harga minyak sekarang serta meningkatkan daya tarik minyak Indonesia di pasaran.

“Jadi jangan sampai harga kita terlalu murah atau terlalu mahal. Kalau terlalu murah kita rugi, kalau terlalu mahal enggak ada yang beli. Jangan sampai kita menggunakan referensi yang terlalu tinggi, tapi kualitas minyak kita tidak sebagus referensi itu. Nanti pada waktu jual enggak ada yang beli. Atau harga rendah, pembelinya keenakan. Dapat minyak bagus harga rendah,” cetusnya.

Seperti diketahui upaya pergantian formula ICP ini karena pemerintah merasa penggunaan referensi RIM dan Plats yang dilakukan sudah tidak sesuai dengan pekembangan harga minyak dunia yang terus mengalami fluktuasi secara cepat. Red/Rko