Home Ekbiz Ferdinand: Luhut “Off Side” Sebut Daftar Nama Calon Menteri ESDM

Ferdinand: Luhut “Off Side” Sebut Daftar Nama Calon Menteri ESDM

0
Executive Director EWI Ferdinand Hutahaean/ist

Arcandra Tahar disebut masuk kembali dalam daftar nama calon menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang bakal dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat yang dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan adalah off side.

“Iya, Arcandra masuk daftar,” kata Luhut di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Rabu 12 Oktober 2016.

Apa yang disampaikan Luhut tentang masuknya nama AT sebagai salah satu daftar nama calon menteri ESDM adalah sebuah sikap yang sangat tidak patut dari seorang pembantu Presiden.

“Luhut melangkah terlalu kedepan. Dalam sepak bola, Luhut off side namanya. Sehingga kalaupun ada Gol terjadi pasti dianulir wasit,” ujar Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia keada ENERGYWORLD, Kamis (13/10).

Luhut tidak seharusnya berbicara tentang nama calon menteri karena Luhut sendiri adalah seorang menteri pembantu presiden.

“Menteri itu hak prerogratif presiden sehingga sewajarnya yang tahu adalah hanya presiden. Jadi kalau luhut juga tahu, seolah olah presiden laporan sama luhut. Ini tidak punya etika namanya seorang menteri merasa lebih tahu dari presiden,” tegas Ferdinand.

Sepertinya memang luhut berupaya keras untuk mendudukkan kembali AT sebagai menteri ESDM, padahal AT itu sudah cacat integritas dengan kebohongannya.

“Luhut memposisikan diri seperti jadi tim sukses AT, apa kepentingan Luhut harus cawe- cawe nama calon menteri? Apakah karena Luhut juga menjadi pengusaha di sektor Energi dan Minerba? Untuk mengamankan kepentingan pribadi? Publik akhirnya menduga duga,” tanya Ferdinand.

Luhut sebaiknya menghargai hak prerogratif presiden. Luhut tidak perlu bicara tentang nama menteri yang nantinya adalah sejawatnya. Hargai hak presiden, jangan off side sebagai pembantu presiden.

“AT saya pikir sangat tidak layak jadi menteri karena cacat integritas. Berbohong adalah sesuatu yang sangat tidak patut dilakukan pejabat. Jika ada yang pendukung pembohong, maka prndukungnya itu pastilah jugalah pembohong,”tutupnya.