Home BUMN Proyek KA Cepat Jakarta-Surabaya Rp32,5 Triliun

Proyek KA Cepat Jakarta-Surabaya Rp32,5 Triliun

0

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman terus mendalami konsep kereta semi cepat Jakarta-Surabaya,di mana Jepang diundang masuk ke proyek ini. Meskipun belum diputuskan, jalur kereta cepat Jakarta- Surabaya akan terhubung dengan jalur Jakarta- Bandung yang dibangun dengan teknologi China.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyebutkan, biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya mencapai USD2,5 miliar atau sekitar Rp32,500 triliun (kurs Rp13.000/USD).

Namun, proyek tersebut tidak akan menggunakan anggaran negara dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya akan digarap oleh swasta.

Saat ini, Jepang telah menyatakan berminat untuk menggarap proyek tersebut. Namun, skemanya bukan pinjaman seperti China untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Soal kereta cepat Jakarta-Surabaya sedang disiapkan. Kami minggu ini akan rapat dengan Kementerian Perhubungan untuk mendalami konsep Indonesia seperti apa, sebelum nanti dibicarakan lagi dengan Jepang,” kata Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin di Jakarta, Senin (10/10/16) kepada Antara. Salah satu konsep yang dipertimbangkan adalah kecepatan kereta. Yang akan dibangun nanti adlaah kereta yang kecepatannya sedang, bukan kereta cepat seperti di Jepang atau negara-negara maju lainnya.

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk mengundang negar ini mengerjakan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

“Kami sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Jepang untuk dapat mengerjakan proyek ini. Secara pribadi saya yakin teknologi Jepang tepat untuk proyek ini,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/10).

Di Jepang, Luhut bertemu dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Keiichi Ishii, Wakil Menteri Luar Negeri Shinsuke Sugiyama dan beberapa anggota muda Liga Parlemen Jepang Indonesia.

Ia menjelaskan, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya berkecepatan 180 km/jam hingga 200 km/jam akan mempersingkat waktu tempuh menjadi sekitar 3,5 jam.

“Jalurnya akan berupa rel ganda, yang memungkinkannya untuk dimanfaatkan juga guna membantu operasi angkutan peti kemas dry port antara Jakarta-Semarang-Surabaya,” kata Luhut.

Luhut berharap masuknya Jepang dalam proyek itu, akan tercipta alih teknologi kepada Indonesia dan Jepang diharapkan bisa mematuhi aturan penggunaan produk dalam negeri Indonesia.

‎Bisa saja Jepang investasi di situ. Swasta bisa. Presiden maunya lebih banyak swasta, jangan semuanya BUMN. BUMN join atau swasta atau mungkin BUMN yang punya twrus diswastain kenapa enggak. Ya bisa saja kita kasih swasta aja. Kalau bisa di-swasta-in, di-join-in kenapa enggak,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Sama halnya dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menyatakan bahwa proyek ini tidak akan mendapatkan jaminan dari pemerintah. Nantinya, proyek ini hanya menggunakan lintasan yang telah ada. |EWINDO/rnz