Home Ekbiz Corporate Gebrakan Jonan, Pekan Depan Seragamkan Harga BBM

Gebrakan Jonan, Pekan Depan Seragamkan Harga BBM

0
Ignatius Jonan. /istimewa

ENERGYWORLDINDONESIA – Pemerintah berencana merilis regulasi yang menyeragamkan harga bahan bakar minyak  di seluruh Indonesia minggu depan, demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber  Daya Mineral /ESDM, Ignasius Jonan, dilansir Reuters 27/10.

Jonan mengatakan peraturan yang direncanakan akan berlaku mulai Januari tahun depan ini juga akan mengatur margin penjualan bahan bakar minyak jenis premium dan solar.

“Jadi mulai tanggal 1 Januari harga BBM dari Sabang, Aceh sampai Merauke, Papua Barat akan sama. Ini penting untuk keadilan sosial,” tegas Jonan. Kendati demikian, Jonan mengakui bahwa pelaksanaan aturan tersebut akan sulit terutama yang berhubungan dengan pengawasan.

Aturan ini juga mengikuti arahan dari Presiden Joko Widodo minggu lalu sewaktu berkunjung ke Wamena, Papua yang mengumumkan kebijakan satu harga bahan bakar minyak di seluruh Indonesia, termasuk untuk Provinsi Papua dan Papua Barat yang disinyalir dijual sangat mahal.

Sebagai perbandingan harga BBM premium dijual di Pulau Jawa seharga Rp 6.550 per liter, namun di Papua dijual hingga Rp 100 ribu per liter selama bertahun-tahun.

Jokowi mengatakan bahwa upayanya untuk menyamakan harga BBM di Provinsi Papua dan Papua Barat tidak mudah, karena terbentur masalah profitabilitas Pertamina yang menanggung biaya tambahan sebesar Rp 800 miliar jika harga BBM di provinsi-provinsi ini disama ratakan.

Namun, kebijakan tersebut sempat diragukan karena ditakutkan mengganggu budget pemerintah, menjawab masalah tersebut Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Pandjaitan menegaskan bahwa Pertamina akan menanggung segala biaya yang dikeluarkan untuk kebijakan ini tanpa subsidi pemerintah.

“Tak ada dampaknya terhadap budget pemerintah,” kata  Luhut singkat.

Luhut menambahkan bahwa saat ini tangki-tangki tengah dibangun agar menjaga harga BBM agar tak berbeda jauh untuk daerah-daerah terpencil, walaupun mungkin tidak sama persis.

Mengenai isu profitabilitas Pertamina, Jonan juga menegaskan bahwa Pertamina dapat membayar biaya tambahan sebesar Rp 800 miliar tersebut dan tak akan membuat Pertamina merugi.

“Laba Pertamina itu Rp 40 triliun, sedangkan biayanya Rp 800 miliar, saya pikir tak masalah,” kata Jonan.

Sejak menjadi presiden pada tahun 2014 lalu, Jokowi telah mengambil langkah untuk memangkas subsidi BBM hingga 90 persen karena tidak efisien dan untuk mengalihkan pengeluaran untuk sektor lain. |R/RMN/EW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.