Home Ekbiz International Rattan Forum 2016: Tunjang Kemajuan Industri Rotan Ramah Lingkungan Indonesia

International Rattan Forum 2016: Tunjang Kemajuan Industri Rotan Ramah Lingkungan Indonesia

0

ENERGYWORLDINDONESIA –  Gaungkan industri rotan yang ramah lingkungan di Indonesia, Promoting Sustainable Consumption and Production Eco Friendly Rattan Products Indonesia (Prospect Indonesia) salah satu program Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) menggelar International Rattan Forum 2016 di gedung Kementerian Perindustrian RI Jakarta (15/11).

“Prospect adalah program yang tujuannya untuk memperkuat pengembangan industri rotan. Program ini sudah dimulai sejak 2013 hingga Januari 2017,” kata Project Director Prospect Indonesia Listoman Tanjung.

Tidak hanya dengan PUPUK, Prospect Indonesia juga didukung oleh SNV (Stichting Nederlandse Vrijwilligers), lembaga pengembangan non profit dari Belanda, untuk menghubungkan antara perusahaan produsen rotan besar dan kecil. Selain itu, ada pula kerja sama dengan Innovation Zentrum Licthenfels dari Jerman untuk desain produk rotan. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) pun turut mendukung proyek yang didanai oleh Uni Eropa tersebut.

“Semua usaha kita tidak akan mudah diwujudkan jika tanpa dukungan pemerintah. Maka kami pun didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Semua stakeholder sama-sama punya kepentingan dengan perkembangan perindustrian rotan ramah lingkungan di Indonesia karena memang banyak manfaatnya,” tambah  Tanjung.

Indonesia merupakan penghasil bahan baku rotan terbesar di dunia karena memiliki hutan tropis yang luas. Daerah penghasil bahan baku rotan itu sendiri berasal dari Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Rotan merupakan bahan baku yang ramah lingkungan, karena dalam mengambil rotan kita tidak harus menebang pohon, sebaliknya malah harus menjaga pohon-pohon di hutan kita. Ini dikarenakan sifat rotan yang tumbuh merambat pada pohon-pohon yang tinggi agar mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Tanjung menjelaskan rotan merupakan penyelamat hutan Indonesia. Daerah tumbuh rotan yang merupakan pepohonan di hutan tropis menjadi indikator keefisiensian kita dalam menjaga hutan Indonesia. “Jika di Indonesia sudah tidak ada rotan, berarti di Indonesia sudah tidak ada hutan lagi,” jelas Tanjung.

Forum yang diikuti oleh pelaku industri kerajinan rotan, baik eksportir maupun sub kontraktor, lembaga pengembangan industri rotan nasional serta internasional dan beberapa institusi yang berkaitan dengan industri ini bertujuan untuk melakukan sharing knowledge dan merancang langkah-langkah ke depan yang akan diambil untuk dapat terus mengembangkan industri rotan walau program Prospect ini berakhir.

“Program ini membina dari hulu hingga hilir industri rotan Indonesia dan saya yakin meskipun Prospect sebentar lagi akan berakhir, teman-teman kita ini tetap memiliki spirit untuk terus menunjang indsustri rotan. Dan pemerintah pun akan terus mendukung melalui kebijakannya,” tandas Tanjung. |GNUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.