Home Ekbiz Corporate KPC Targetkan 60 Juta Ton Batu Bara Produksi 2016

KPC Targetkan 60 Juta Ton Batu Bara Produksi 2016

0
Poltak Tarcisius Sinaga General Manager – Divisi Penanganan dan Pengolahan Batubara PT Kaltim Prima Coal/ewindo
ENERGYWORLDINDONESIA – Perusahaan batubara terbesar  PT Kaltim Prima Coal (KPC) selain mengunakan Teknologi Ramah Lingkungan Sabuk konveyor overland yang digerakkan oleh teknologi Integrated Drive Systems (IDS) dari Siemens menargetkan  tahun 2016  60 Juta Ton Batu Bara dalam Produksinya.
Selain KPC sinergikan Teknologi Ramah Lingkungan Sabuk konveyor overland yang digerakkan oleh teknologi Integrated Drive Systems (IDS) drai Siemens ini bisa meningkatkan target produksi kami,”ujar Poltak Sinaga, General Manager PT Kaltim Prima Coal di tempat yang sama. di Gren Melia Hotel Selasa (22/6/2016) Jakarta.
“Kami senantiasa melihat ke depan dan mencari cara untuk terus berinovasi, meningkatkan operasional dan menjadikan proses produksi kami lebih ramah lingkungan,” ujar Poltak Sinaga, General Manager PT Kaltim Prima Coal di tempat yang sama.
Kaltim Prima Coal berbasis di Sangatta, Kalimantan Timur, Diketahui bahwa Kaltim Prima Coal mengelola area pertambangan seluas lebih dari 90.000 hektar dan menghasilkan lebih dari 50 juta ton batu bara per tahun, setara dengan sekitar seperenam dari perkiraan ekspor batubara Indonesia 2016.
Namun, dengan menurunnya permintaan batu bara dan stockpile di pelabuhan, kedua ban berjalan tersebut mampu mengangkut batubara.
“Kami melihat ke depan dan mencari cara untuk terus berinovasi, meningkatkan operasional dan menjadikan proses produksi kami lebih ramah lingkungan, makanya kami menggandeng Siemens dalam penerapan teknologi ini untuk menggantikan teknologi lama pada sembilan dari 49 ban berjalan (konveyor belt) yang ada di KPC,”terangnya.
Sejak penerapannya, telah jelas keandalan teknologi yang mampu secara mulus menjalankan konveyor ini pada kecepatan tinggi, dengan penghematan energi yang meningkat tanpa kendala.
“Tahun 2016 targetnya 60 Juta Ton Batu Bara dalam Produksi namunsemua itu harus ada persetujuan pemerintah dulu untuk meningkatkan produksi,”pungkasnya. | ame /ewindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.