Home BUMN MEWUJUDKAN SUBSIDI LISTRIK YANG BERKEADILAN SOSIAL​

MEWUJUDKAN SUBSIDI LISTRIK YANG BERKEADILAN SOSIAL​

0
Executive Director EWI Ferdinand Hutahaean/ist
MEWUJUDKAN SUBSIDI LISTRIK YANG BERKEADILAN SOSIAL

Oleh  Ferdinand Hutahaean
Direktur  Eksekutif Energy Wacth Indonesia

Permasalahan subsidi dinegara ini sepertinya tidak ada ujungnya meski sudah bertahun-tahun masalah ini terjadi. Terlalu banyak penyimpangan sasaran penerima subsidi yang terjadi. Bahasa terangnya, siapa yang semakin boros maka dia semakin banyak menerima subsidi. Sebuah ironi dalam pemberian subsidi yang terus terjadi.

Dulu waktu BBM Premium masih disubsidi, maka yang semakin boros melakukan perjalanan adalah yamg semakin banyak menikmati subsidi. Sekarangpun masih berlaku kepada BBM jenis Solar karena masih disubsidi flat perliternya. Demikian juga dengan subsidi Gas LPG 3 Kg yang nilainya sekitar 2T setiap bulan dan tentu subsidi itu lebih banyak dinikmati oleh yang makin boros terlebih tidak ada aturan yang  membatasi secara tegas siapa yang boleh membelinya.

Kali ini kita fokus pada masalah subsidi listrik, yang sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan subsidi yang lain. Subsidi listrik yang saat ini dinikmati oleh golongan daya 450 VA dan 900 VA nilainya sangat besar setiap tahunnya. Tahun 2016 diperkirakan subsidi listrik sebesar 60T. Angka yang luar biasa besar namun kesannya terbuang sia-sia karena penerima subsidi tidak tepat.  EWI memperkirakan ada sekitar 50% dari subsidi tersebut diterima oleh yang tidak berhak. Ada sekitar 19 juta pelanggan daya 900 VA yang disinyalir tidak berhak menerima subsidi. Dan ini bentuk ketidak adilan bagi seluruh rakyat bangsa ini.*

Maka atas dasar itu, EWI meminta kepada pemerintah agar segera menyelesaikan data penduduk yang berhak menerima subsidi supaya data tersebut kemudian jadi basis data utama penerima subsidi. 19 juta pelanggan yang tidak berhak menerima subsidi tersebut harus dialihkan subsidinya bagi yang berhak. Rakyat juga tidak boleh membohongi diri dengan menerima subsidi padahal sesungguhnya tidak pantas menerima subsidi. Masih ada puluhan juta rakyat kita yang belum menikmati listrik, sehingga subsidi yang tidak tepat sasaran tersebut bisa dialihkan untuk membangun pembangkit listrik skala mini untuk melistriki seluruh wilayah NKRI yang kita cintai ini.

Kami usulkan agar APBN 2017 mengeluarkan 19 juta pelanggan yang tidak layak terima subsidi listrik dari penerima sebelumnya. Sehingga subsidi listrik tahun 2017 mestinya turun sekitar 50%.  Penataan penyaluran subsidi listrik tersebut juga harus dibarengi dengan pembangunan pembangkit listrik skala mini di APBN. Sehingga dana itu jelas arahnya dan bisa dipertanggung jawabkan kepada rakyat bahwa pengalihan subsidi dari kalangan mampu tersebut dialihkan kepada pembangunan infrastruktur kelistrikan demi mencapai rasio kelistrikan kita mendekati 100%. Ini butuh keikhlasan semua pihak. Jangan seperti subsidi BBM yang dicabut namun tidak jelas dialigkannya kemana.

EWI juga mengusulkan kepada pemerintah dan PLN agar menerapkan subsidi flat setiap pelanggan. Artinya subsidi yang diterima oleh setiap pelanggan harus sama besarannya berapa setiap bulannya. Sehingga kita bisa mewujudkan subsidi yang berkeadilan sosial.* Subsidilah orangnya bukan produknya. Karena kalau subsidi diterapkan seperti pola sekarang, maka siapa yang boros dialah yang menikmati subsidi lebih besar. Penerapan subsidi secara flat tersebut juga akan mendidik rakyat untuk menggunakan listrik secara hemat dan sesuai kebutuhan. Karena rakyat akan berlomba berhemat sehingga subsidinya cukup. Tidak seperti sekarang, listrik banyak terbuang tak termamfaatkan karena kebiasan yang kurang perduli untuk menggunakan listrik sesuai kebutuhan.

Intinya adalah bagaimana menerapkan sistem penyaluran subsidi yang tepat, tepat penerima dan bermamfaat serta memenuhi rasa keadilan sosial. Yang miskin dan rentan miskin adalah yang berhak menerima subsidi. Yang tidak berhak menerima subsidi harus ikhlas subsidinya dialihkan untuk melistriki bangsa ini menuju 100% rasio elektrifikasi. Mari wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 23 Nopember 2016

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.