Home Ekbiz Corporate Siemens Indonesia Partisipasi di Megaproyek PLTGU Mesir

Siemens Indonesia Partisipasi di Megaproyek PLTGU Mesir

0

ENERGY – Siemens Indonesia berpartisipasi dalam megaproyek PLTGU Mesir. Memasok komponen Utama untuk megaproyek PLTGU Mesir menjadi komitmen untuk meningkatkan konten lokal di Indonesia.

Siemens terus mendukung pembangunan infrasktruktur kelistrikan di seluruh Indonesia dan proyek pembangkit listrik untuk industri PT Siemens Indonesia siap untuk mengirimkan komponen utama turbin uap untuk proyek pembangkit listrik berkapasitas total 14,4 gigawatt (GW) di Mesir, salah satu tonggak penting bagi Siemens Indonesia dalam mendukung berbagai proyek pembangkit listrik di seluruh dunia.

“Siemens Indonesia ikut bangga bahwa pabrik Cilegon diberi kesempatan berpartisipasi di proyek besar internasional. Kami telah mengambil peranan di sejumlah proyek internasional dan memasok berbagai komponen kelistrikan ke lima benua,” kata Presiden Direktur dan CEO Siemens Indonesia Josef Winter dalam rilisnya yang diterima ENERGYW0RLDIND0NESIA Rabu, (8/02/2017).

Berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Mesir pada Juni 2015, Siemens akan memasok tiga pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang masing-masing berkapasitas 4,8 GW. Dalam proyek ini pabrik Cilegon diberi kepercayaan untuk memasok komponen utama turbin uap yaitu 12 selubung luar turbin bertekanan rendah (low pressure outer casing), 7 cincin bilah turbin (blade ring), 16 modul kondensor, dan 4 hot box. Pengiriman komponen turbin uap dari pabrik Cilegon menyusul suksesnya pengiriman turbin uap dari pabrik Siemens di Muelheim, Jerman, Desember 2016.

“Proyek pembangkit listrik di Mesir merupakan pembuktian terhadap komitmen Siemens dalam menyediakan solusi dan teknologi energi terpadu yang meliputi rekayasa teknik, pembangkit listrik tercanggih, dan jaringan listrik,” jelasnya.

Mesir sedang giat membangun infrastruktur dan membutuhkan bantuan teknologi untuk proyek pembangkit listrik.Megaproyek ini dibangun di tiga lokasi, yaitu Beni Suef di kawasan Upper Egypt, New Capital, dan Burullus.

Dengan memadukan kekuatan turbin uap dan turbin gas yang mampu menghasilkan daya listrik total 14,4 GW, menjadikannya proyek pembangkit listrik siklus gabungan (combined cycle) berkapasitas pembangkitan terbesar di dunia. Siemens Indonesia terus mengembangkan kemampuan memproduksi komponen utama turbin uap untuk pembangkit listrik berupa kondensor, selubung luar bertekanan rendah (lower pressure outer casing), selubung dalam bertekanan rendah (lower pressure inner casing), dan cincin bilah stasioner bertekanan rendah (lower pressure stationary blade ring). Pabrik Cilegon juga telah mampu membuat satu komponen utama turbin gas, yaitu ruang bakar (combustion chamber). Semua komponen itu dibuat memakai bahan baku baja berkualitas tinggi yang dipasok perusahaan lokal. Siemens Indonesia mampu memproduksi komponen pembangkit listrik dengan kandungan lokal cukup signifikan yang kini telah mencapai 30%. Khusus untuk kondensor, pabrik Cilegon telah menggunakan lebih dari 30% kandungan lokal.

Pabrik Cilegon juga telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah industri berat Indonesia untuk pembuatan komponen turbin uap dalam upaya memperluas basis produksi sekaligus meningkatkan kandungan lokal.

Tantangan utama peningkatan kandungan lokal adalah memenuhi standar kualitas internasional di samping mempertahankan daya saing di antara pemanufaktur global lainnya.

Sejak pabrik Cilegon didirikan pertama kali sebagai pusat manufaktur lokal pada 1989, Siemens Indonesia telah membelanjakan investasi sekira €30 juta untuk membangun fasilitas produksinya.

Siemens Indonesia juga telah menyiapkan investasi €3 juta lagi untuk membeli perkakas permesinan dan menambah fasilitas produksi baru di pabrik Cilegon untuk beberapa tahun mendatang.

“Siemens Cilegon telah mendukung berbagai proyek kelistrikan PLN. Yang terbaru adalah proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Belawan di Sumatera Utara dan pembangunan PLTU di Timika, Papua, yang masih berlangsung,” kata Christof Cichon, General Manager pabrik Cilegon PT Siemens Indonesia.

Untuk Indonesia yang kini juga sedang mencoba meraih target ambisius membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW sampai 2019, Siemens Indonesia memproduksi turbin uap skala kecil untuk keperluan industri yang didesain untuk memproduksi daya listrik antara 5-12 MW.

“Dengan portofolio solusi energi yang beragam, Siemens bisa menjadi mitra andalan dalam mendorong program pembangunan infrastruktur dan juga mendukung industri di Indonesia,”tambahnya

Turbin uap seri ini telah dipilih oleh PLN untuk pembangkit listrik kecil di wilayah terpencil kawasan timur Indonesia. Pabrik Cilegon juga memproduksi kondensor berbentuk silinder (round condenser) berukuran lebih kecil namun memiliki keluaran setara dengan kondensor konvensional yang lebih besar. Kondensor tipe ini telah dipakai untuk pabrik Semen Tonasa di Sulawesi dan proyek Attero B.V. di Belanda karena desainnya yang khas cocok untuk dipasang di PLTU berbagai industri seperti garmen, minyak dan gas, pabrik gula, dan lain-lain. |RNZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.