Home Ekbiz Corporate Peluang untuk konstruksi yang aman di Asia

Peluang untuk konstruksi yang aman di Asia

249
0

 Asia memiliki tantangan yang bergerak secara dinamis serta peluang untuk meningkatkan keselamatan konstruksi di industri regional yang terus berkembang pesat dan berubah dengan cepat.

ENERGYWORLD – Melalui interaksi kami dengan investor dan pengembang regional, kami menyadari bahwa para pemimpin industri semakin menghargai keselamatan konstruksi sebagai praktik bisnis yang baik.

Perusahaan yang progresif memahami bahwa biaya-biaya yang dapat diukur seperti tagihan medis, pemulihan peralatan dan hilangnya reputasi hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan masalah yang terlihat.

Para pemimpin industri yang sama selanjutnya mengenali adanya biaya tidak langsung yang muncul setelah insiden keselamatan, seperti penghentian operasi, melambatnya kinerja tenaga kerja dan keterlambatan jadwal, mengakibatkan dampak komersial yang signifikan terhadap sebuah proyek konstruksi.

Thomas Lee, Environmental, Safety, Health and Security Manager di Black & Veatch International untuk wilayah Asia Pasifik, memiliki pendapat bahwa, “Proyek-proyek dan para perusahaan yang menerapkan sistem manajemen keselamatan secara efektif memiliki kualitas proyek lebih baik, tingkat produktivitas lebih tinggi dan risiko finansial lebih rendah. Selain itu, proyek-proyek dan para perusahaan yang menerapkan praktik keselamatan secara sistematis cenderung lebih konsisten dalam menjalankan proyek.”

Berikut adalah beberapa observasi penting berdasarkan pengalaman Black & Veatch, yang membantu meningkatkan standar keselamatan konstruksi di Asia:

  1. Program Terstruktur untuk Mengidentifikasi Kesenjangan dan Menerapkan Keselamatan             

Sebelum subkontraktor mulai bekerja, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh dengan fokus utama pada keselamatan, kapabilitas, kualitas dan keuangan. Masing-masing fokus tersebut berpengaruh langsung atas sejauh mana subkontraktor melindungi para pekerjanya. Banyak subkontraktor potensial diharuskan untuk melewai proses yang komprehensif ini dan hanya pemain terbaik yang akan mendapatkan status disetujui untuk turut dalam tender pekerjaan.

Tahapan berikutnya adalah menyertakan persyaratan Lingkungan, Keselamatan, Kesehatan dan Keamanan (Environmental, Safety, Health &Security, ESH&S) dalam dokumen kontrak bagi para mitra dan subkontraktor untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi. Semua persyaratan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi keselamatan yang diterapkan pada proyek.

Persyaratan Lingkungan, Keselamatan, Kesehatan dan Keamanan (ESH&S) harus disusun sedemikian rupa untuk mengatasi berbagai risiko proyek. Sebagai contoh, dalam industri kelistrikan, pertimbangan khusus harus ada untuk bekerja di ketinggian, penggunaan peralatan berat, pengoperasian lift derek dan pengisolasian energi.

Program ESH&S harus diperlakukan sebagai dokumen yang terus diperbarui yang dapat dimodifikasi seiring dengan pembelajaran hal baru atau pengidentifikasian risiko baru.

  1. Komunikasi Terbuka dan Pelaporan Insiden

Mendorong budaya untuk melaporkan semua insiden itu penting. Perbedaan antara insiden yang nyaris terjadi dan insiden yang fatal biasanya karena faktor keberuntungan. Seringkali peristiwa yang nyaris terjadi tidak dilaporkan dan, dengan demikian, tidak diinvestigasi. Namun jika peristiwa yang nyaris terjadi diperlakukan sebagai peluang untuk perbaikan dan melakukan perubahan, hal ini akan mengurangi kemungkinan peristiwa untuk terjadi lagi secara efektif.

Menyiapkan berbagai forum dapat memfasilitasi kesadaran akan bahaya keselamatan dan meningkatkan rasa kepemilikan. Pertimbangkan untuk menerapkan komite keselamatan, bukan karena diwajibkan undang-undang tetapi karena hal tersebut mendorong terciptanya komunikasi terbuka dan meningkatkan kepemilikan akan penerapan keselamatan di semua level pada sebuah proyek. Menerapkan berbagai komite kepemimpinan dapat membantu tim untuk senantiasa fokus pada berbagai risiko yang ada saat ini dan yang diantisipasi di masa mendatang.

Di Indonesia, Black & Veatch saat ini terlibat dalam tiga proyek besar di bidang kelistrikan. Kami secara kolaboratif membentuk diskusi “Tiga Proyek” bersama dengan mitra pelaksana lokal untuk memungkinkan adanya tindak lanjut yang berkelanjutan dan fokus atas setiap insiden yang terjadi. Fokus pertemuan kami ada pada keselamatan proyek dan risiko yang berlaku pada semua proyek serta menentukan cara yang paling tepat untuk mengurangi risiko.

Pada akhirnya forum ini berfungsi untuk memastikan bahwa manajemen eksekutif memberikan dukungan nyata bagi program keselamatan.

  1. Keahlian, Alih Pengetahuan dan Pelatihan

Penting bagi Black & Veatch untuk menumbuhkan dan mengembangkan talenta lokal serta mewariskan pengetahuan dan kesuksesan. Oleh karena itu, Black & Veatch telah memberikan pelatihan dan bimbingan untuk pengawas, spesialis keselamatan, tenaga kerja terampil dan tidak terampil serta para insinyur di indonesia sejak proyek yang pertama, sekitar 50 tahun yang lalu.

Hasilnya adalah para profesional dengan pengetahuan lebih di bidang keselamatan dan mampu melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efisien. Pengetahuan tersebut dapat digunakan selama hidup mereka untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Sangat penting bagi karyawan Black & Veatch untuk mampu mengenali risiko keselamatan diri dan orang lain sebelum mengerjakan proyek konstruksi. Itulah sebabnya mengapa Black & Veatch mengadakan program pelatihan delapan jam untuk memastikan para profesionalnya memahami berbagai risiko dasar dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika ada situasi yang tidak aman terindikasi di sebuah proyek.

Menggunakan pelatihan ini sebagai titik awal, Black & Veatch mengadakan pelatihan tambahan selama periode pelaksanaan proyek. Pelatihan tambahan berkisar dari pengenalan dasar proyek hingga pelatihan mengenai pengisolasian energi, yang sangat penting selama proses pengerjaan proyek baru.

Tahun ini Black & Veatch telah memberikan program pelatihan berbasis diskusi bernama Core Behaviors – Safety through Leadership kepada para karyawannya, yang menjelaskan dampak cedera bagi individu dan menyoroti peran pengawas dalam mempengaruhi perilaku dan mendorong keselamatan sebagai sebuah nilai.

  1. Keselamatan berdasarkan Desain

Black & Veatch menjalankan praktik Keselamatan melalui Desain (Safety by Design, SbD), yang juga dikenal di kalangan industri sebagai Pencegahan melalui Desain. Hal ini merupakan penilaian sistematis dan mitigasi terhadap fasilitas rawan bencana yang dapat muncul pada tahap konstruksi, pengoperasian, pemeliharaan dan terakhir, tahap penghancuran.

SbD bertujuan untuk menyertakan solusi keselamatan pada tahap perencanaan dan desain awal, ketika pilihan dapat dikendalikan dengan sebaik-baiknya dan perubahan dapat dilakukan dengan mudah, untuk memaksimalkan kinerja keselamatan saat kegiatan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan.

SbD bisa menghilangkan risiko cedera, penyakit, waktu yang hilang, pengerjaan ulang, dan potensi masalah lainnya. SbD juga dapat membantu pengelola mengoperasikan fasilitas yang mereka miliki dengan biaya yang lebih efektif dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, SbD dapat meningkatkan keselamatan semua orang yang terkait dengan siklus fasilitas tersebut, mulai dari staf konstruksi yang membangun fasilitas hingga staf yang  mengoperasikan dan staf pemeliharaan yang memastikan fasilitas tersebut berfungsi penuh sepanjang masa umurnya.

  1. Hari Bebas Cidera

“Zero Injuries Today” (Hari Bebas Cedera) menjadi tujuan program keselamatan Black & Veatch. Kami percaya bahwa bekerja bebas cedera setiap harinya adalah harapan yang dapat dicapai, yang dapat diterapkan para profesional kami, seiring usaha kami untuk memastikan dan meningkatkan budaya keselamatan kami.

Black & Veatch berpartisipasi dalam Safety Week yang jatuh pada bulan Mei setiap tahun. Lebih dari 80 pemimpin di industri konstruki mengambil bagian dalam inisiatif global yang berfokus pada pendidikan keselamatan di kantor dan proyek. Di seluruh daerah, proyek-proyek dan perkantoran merencanakan serangkaian aktivitas yang mendidik dan menyenangkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai keselamatan seperti penandatangan ikrar keselamatan, pameran pemasok peralatan keselamatan, pelatihan dan kompetisi yang berfokus pada kesehatan karyawan, kelas kesadaran atas keamanan dan simulasi tanggap darurat cuaca.

Peningkatan keselamatan berdampak secara langsung terhadap biaya-biaya moneter dan sosial semua pemangku kepentingan. Fasilitas yang lebih aman untuk dibangun, dioperasikan, dan dipelihara, akan menghasilkan lebih sedikit waktu berhenti, waktu kerja yang hilang, serta lebih sedikit potensi biaya untuk perbaikan, termasuk biaya pengerjaan ulang dan biaya hukum. Hal ini merupakan satu-satunya cara bagi para perusahaan untuk dapat benar-benar berkelanjutan. Black & Veatch berkomitmen untuk memastikan agar semua profesionalnya mendapatkan haknya untuk pulang ke rumah dengan selamat setiap harinya.|EWINDO/RED

Previous article35 Ribu Megawatt, Potret Gagal Jokowi dan Lahan Subur Korupsi
Next articleSetitik Cahaya Bangun Peradaban Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.