Home Ekbiz ADA BAU BUSUK DI TENDER SHOREBASE PETROSEA ITU…. (Bagian 3)

ADA BAU BUSUK DI TENDER SHOREBASE PETROSEA ITU…. (Bagian 3)

0
Sudirman Said bersama Amien Sunaryadi/ist

SIAPA DALAM PUSARAN TENDER  KONGKALIKONG SHOREBASE PETROSEA?

ENERGYWORLD.CO.ID – KALAH “SEBELUM BERTANDING” DI AWAL adalah dua peserta tender Ekanuri dan Prima Jasa Logistik tidak ditanggapi secara proporsional, alasan tidak menyentuh substansi yang diprotes. Jawabannya hanya formalitas saja

Tender diarahkan memenangkan Petrosea sebuah drama. Apakah benar ini membawa pusaran dugaan korupsi dalam pusaran tender Shorebase yang dimenangkan Petrose?

Soal spec yang kabarnya sudah mengarah kepada fasilitas yang sudah tersedia di Sorong. Jadi tender ini sudah di design untuk keuntungan diduga kepada Petrosea.

Kalau melihat tontonan dari kronologis diatas ya tidak kelihatan lagi rekayasanya. Ini kan cuma jadwal formal, sedangkan Petrosea sebelum skedul ini dibuat sudah leading 1,5 tahun dimuka.

Lalu benarkan ada nama-nama penting di lingkungan pejabat tinggi SKK Migas?

Bagaimana peran Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Deputi pengendalian Pengadaan Djoko Siswanto yang sudah terbitkan aprovalnya?

Angka ratusan untuk cost recovery apa benar boleh sekelas deputi? Kenapa tidak kepala SKK Migas yang yang aproval? Apakah ini ada instruksi Menteri ESDM waktu itu? Kita tak tahu bertanya boleh dong.

Proyek senilai Rp. 734 milyar dari sumber kami dilingkaran dalam angka besar ini tak lazim, ditanda tangi oleh sekelas deputi biasanya harus dilakukan kepala SKK Migas.  “Biasanya Deputi itu tender berkirsa 150-250 Milyar.” kata sumber kami.

Kini menjadi pertanyaan kenapa kepala SKK Migas waktu itu  Amien Sunaryadi (kini komisaris Inlaum untuk Freeport) tak menandatangani?

Amien hanya tembusan sebagai laporan. Padahal ada yang bilang  kalau tender SKK Migas umumnya yang memberikan persetujuan pemenang adalah Kepala SKK Migas, pertanyaan lanjutannya kenapa ini kelas Deputi?  Mungkinkan Djoko Siswanto yang kini sebagai Dirjen Migas ESDM masuk pusaran kasus tender yangh diduga rugikan negara?

Benarkan ada kongkalikong?

PETROSEA setelah ditelusuri BP Berau ternyata sudah diarahkan untuk memenangkan Petrosea.  Dari data kami menyebutkan Petrosea juga adalah tempat yang pernah Mantan Menteri ESDM Sudirman Said dimana pada Mei 2013 Sudirman Said diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Petrosea mendampingi Eddy Junaedy yang diangkat menjadi Presiden Direktur.

PT Petrosea adalah perusahaan pertambangan di bawah kelompok Indika Energy Group. Sudirman kemudian melepaskan jabatan ini setelah ditunjuk oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk menjadi Direktur Utama PT Pindad.

Dugaan menjadi bola liar setelah SS menjadi menteri ESDM dan mengangkat Amien Sunaryadi jadi kepala SKK Migas. Coba simak saja siapa yang angkat Amien Sunaryadi jadi Kepala SKK Migas kalau bukan Zaman SS. Pada 21 November 2014, Amien secara resmi dilantik sebagai Kepala SKK Migas oleh Menteri ESDM Sudiman Said.

Tahun 2003, Taufiqurrahman Ruki dan Amien Sunaryadi berhasil terpilih sebagai pasangan ketua dan wakil ketua KPK periode 2003-2007. Selama menjadi Anggota KPK (2003-2007), Amien Sunaryadi memperkenalkan pemberantasan korupsi yang progresif dan menjadi konseptor dari tindakan penggeledahan dan surveillance yang dilakukan oleh KPK untuk mengungkap kasus korupsi high profile.

Ia juga menjadi pendobrak tradisi pemberantasan korupsi yang sebelumnya tidak menyentuh perbuatan suap-menyuap, sehingga seperti yang kita lihat di berbagai media masa berbagai korupsi high profile bisa diungkapkan oleh KPK.

Menteri ESDM Sudirman Said sudah ‘berpamitan’ lewat media sosial di tengah isu santer reshuffle kabinet.

Menteri yang dikenal pemberani dan tegas ini sepertinya direshuffle oleh Presiden Jokowi. Sudirman Said terlihat dikenal sebagai menteri yang tegas melakukan reformasi birokrasi dan revolusi mental di internal Kementerian ESDM. Sudirman Said juga banyak melakukan terobosan penting dan dia memerangi mafia migas. Wajar saja saat Sudirman Said direshuffle, banyak pihak menyayangkan. Namun Sudirman Said sendiri sudah legowo. Ia bersyukur sudah menyelesaikan tugas dengan baik. “Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang amal & perjuangan makin lebar. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thx semua,” kata Sudirman dalam akun twitternya Selasa (26/7/2016).

(BERSAMBUNG ke bagian 4)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.