Home Ekbiz Corporate Tak ada Wamen, Ini Salah Satu Tugas Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM

Tak ada Wamen, Ini Salah Satu Tugas Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM

0
Tasrif Arifin ((japan-forward.com)

ENERGYWORD — Lelaki kelahiran 19 Juni 1953 ini kini menjadi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), menggantikan Ignasius Jonan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang sejak tahun 2017.

Itulah Arifin Tasrif, jebolan Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknik Kimia, peraih penghargaan Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization) tahun 2011. Penghargaan tingkat ASEAN itu ia terima atas profesionalismenya sebagai insinyur, baik di Indonesia maupun tingkat ASEAN.

Saat menjabat Duta Besar untuk Jepang, Arifin Tasrif sukses menjembatani kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang energi, di antaranya kerjasama pengembangan Blok Masela yang ditandatangani pada 16 Juni 2019 di Jepang. Kemudian memuluskan kerjasama Indonesia -Jepang dalam pengembangan dan pemanfaatan green energy melalui produk turunan kelapa sawit.

Mungkin kesuksesan itulah menjadi salah satu referensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercayai Arifin Tasrif mengomandoi Kementerian ESDM. Tasrif dinilai akan sangat mampu mengelola dan mengembangkan sektor energi dan mineral untuk kesejahteraan dan kemajuan Indonesia.

Sebelum menjadi diplomat, Tasrif sukses mengomandoi sejumlah BUMN, tertuma di bidang pupuk. Di antaranya menjadi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, sekaligus menjadi direktur utama pertama BUMN pupuk sejak dilakukan holdingisasi BUMN. Terkait jabatannya, Tasrif ditugaskan untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan pupuk nasional.

Jauh sebelumnya, ia dipercaya menjadi Direktur Bisnis PT Rekayasa Industri dari 1995 hingga 2001. Kemudian 2001-2010 sebagai Presiden Direktur Petrokimia Gresik.

Kini tugas baru yang tentu saja lebih berat menanti Arifin Tasrif. Sebagai Menteri ESDM, salah satu tugasnya adalah berupaya menekan impor migas yang kini kian membengkak dan mensubitusinya dengan energi baru terbarukan yang ada di bumi Indonesia sebagai sumber wisdom local.

Menteri ESDM Arifin Tasrif yang baru menjabat dalam hitungan hari tak banyak berkomentar soal ini. Iya hanya menjawab, “Kan kalau dibantuin enak,” ujarnya saat dijumpai usai menunaikan salat Jumat di kantornya, Jumat (25/10/2019).

Jabatan wakil menteri di kementerian ESDM memang timbul tenggelam. Kadang ada, kadang tidak ada. Selama pemerintahan Joko Widodo di 2014 sampai 2019, Kementerian ini semula tak memiliki Wamen dan digawangi sendirian oleh Sudirman Said sejak 2014 sampai 2016.

Baru pada Oktober 2016 saat Jokowi menunjuk Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, kementerian ini kembali memiliki wakil. Duduk di kursi wakil menteri saat itu adalah Arcandra Tahar. Arcandra sendiri semula pernah menjadi Menteri ESDM hanya dalam hitungan hari, ia diturunkan dari jabatannya karena diketahui memiliki dua paspor dan berkewarganegaraan ganda.

Dua hari menjabat, Arifin mengaku masih banyak mempelajari hal-hal terkait sektornya. Sehingga belum bersedia ditanya soal program-program ke depan. “Banyak yang dipelajari, nanti ya,” kata Arifin sambil tersenyum. |RHE/ewindo

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.