Home Biomassa Kurtubi: Kasus FPU Husky CNOOC Madura, SKK Migas Harusnya Digabung Pertamina, BPH...

Kurtubi: Kasus FPU Husky CNOOC Madura, SKK Migas Harusnya Digabung Pertamina, BPH Migas dengan Ditjen Migas

0
Kurtubi pengamat energi dan Anggota Komisi VII DPR RI 2014- 2019

ENERGYWORLDINDONESIA – Terkait akibat Floating Production Unit (FPU) untuk lapangan MBD-MBH Husky Madura Strait telah gagal yang disediakan oleh konsorsium PT Anugrah Mulia Raya, pengamat energi Kurtubi mengatakan bahwa soal kasus gagal serah FPU Husky CNOOC Madura, ini bagian dari terpuruknya industri migas nasional yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Ini sudah ditandai oleh merosotnya produksi migas nasional. Sehingga kita harus mengimport minyak mentah, BBM dan LPG dalam jumlah dan nilai yang sangat besar, selain kalangan industri pemakai gas mengeluh soal kekurangan gas dan harga gas dalam negeri yang mahal,” ujar Kurtubi saat dimintai komentarnya kepada ENERGYWORLD, Senin, 27 Januari 2019, malam.

Alumnus Colorado School of Mines, Institut Francaise du Petrole dan Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa keterpurukan ini terjadi terutama karena: kesalahan tata kelola yang ribet berbelit-belit dan birokratis selain melanggar Konstitusi.

“Mahkamah Konstitusi sudah mencabut belasan pasal dari UU Migas No.22/2001, termasuk MK MEMBUBARKAN BP Migas. Semua pasal yang terkait BP Migas sudah dicabut,” jelasnya.

Namun pada era SBY, lanjut dia BP Migas dirubah nama menjadi SKK Migas DENGAN TUDAK ADA DASAR UU nya karena aturan UU yang terkait dengan BP Migas sudah bolong (tidak ada lagi).

“Sejak saat itu telah terjadi kevakuman dan KETIDAKPASTIAN HUKUM. Sayang sekali, kondisi seperti ini dibiarkan berjalan selama bertahun-tahun. Ditambah lagi DPR sudah 2 periode gagal melahirkan UU Perubahan atas UU Migas No.22/2001,” tegas mantan Anggota DPR RI 2014 – 2019 Fraksi Nasdem Dapil NTB ini.

Ditambahkan Kurtubi bahwa untuk mengakhiri ketidakpastian ini, saya menyarankan agar Presiden mengeluarkan PERPPU mencabut UU Migas No.22/2001. “Yaitu menggabungkan kembali SKK Migas (ex BP Migas) dengan Pertamina dan menggabung BPH Migas dengan Ditjen Migas,” pungkasnya. |AME/EWINDO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.