Home BUMN  Butuh Rasa Empati Dirut Pertamina, Nasib Pensiunan Agar Tidak Memalukan Citra Pertamina

 Butuh Rasa Empati Dirut Pertamina, Nasib Pensiunan Agar Tidak Memalukan Citra Pertamina

0
istimewa
Gedung Pertamina/ ist

ENERGYWORLD.CO.ID – Dari markasnya eSPeKaPe (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina) di jalan Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310, Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat didampingi Sekretaris Yasri Pasha Hanafiah dan Pendiri yang juga Kahumas eSPeKaPe Teddy Syamsuri, mengeluarkan rilis kepada pers (8/3/2020) mengenai persiapan untuk melakukan Aksi Protes pada 18-19 Maret mendatang ke kantor Pertamina Pusat di Jl. Medan Merdeka Timur No. 1A Jakarta Pusat 10110.

Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi yang juga Ketua Umum KKB ’66 serta Ketua Dewan Penasehat dan Pengawas Mabes Laskar Merah Putih (LMP) dengan tegas menyatakan apabila pertemuan 11 orang delegasi eSPeKaPe dengan pihak perusahaan Pertamina pada hari Kamis, 5 Maret 2020 lalu dan sampai hari Rabu/Kamis, 18/19 Maret mendatang tidak membuahkan hasil yang dijadikan tututan Pernyataan Sikap eSPeKaPe silam. Salah satunya menuntut kenaikan uang manfaat pensiun (MP) pasti dan berkala dan menuntut mundur Adrian Rusmana dari jabatan Presiden Direktur (Presdir) Dana Pensiun Pertamina (DPP) yang dikuasai sejak tahun 2016 sampai sekarang tanpa ada perubahan nasib pensiunan Pertamina yang menjadi fokus dari institusi DPP tersebut yang didirikan oleh perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) Pertamina.

Perlu dijelaskan oleh Binsar Effendi perihal alasan tuntutan tersebut tadi, karena dari populasi 60 ribu orang pensiunan yang terdaftar di DPP, sebagian besar masih banyak yang menerima uang MP pasti dan berkala itu dibawa Rp. 1 juta perbulannya.

Sekalipun di era Presdir DPP M Helmi Kamal Lubis di akhir tahun 2015 pernah dinaikkan Rp. 300 ribu perbulannya, menurut Ketua Umum eSPeKaPe, pada realitanya tetap masih banyak pensiunan Pertamina yang menerima uang MP dibawah Rp. 1 juta sampai saat ini.

Sudah 4 tahun Adrian Rusmana sebagai Presdir DPP sejak Maret 2016 sampai Maret 2020, sama sekali tidak mampu menaikkan uang MP terhadap pensiunan Pertamina yang sesungguhnya hal hidup dan kehidupannya sudah terjun pada garis kemiskinan, sudah tidak layak untuk hidup dan berkehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Yang jelas menurut Binsar Effendi, melanggar konstitusi yang telah menjaminnya dan menjadi hak konstitusionalnya bagi pensiunan Pertamina sebagai sesama warga negara Indonesia.

Terlebih lagi setelah eSPeKaPe memperoleh informasi yang terkonfirmasi positif jika DPP dibawah kekuasaan Presdir DPP Adrian Rusmana yang namanya rasio kecukupan dana (RKD) Pertamina sebagai Pendiri DPP oleh Adrian Rusmana anjlok sampai dibatas bawah minimum RKD 87 persen, karena sampai jatuh merosot ke RKD 85,7 persen.

Karena RKD anjlok sampai 85,7 persen, maka ancaman “gagal bayar” terhadap pensiunan Pertamina diambang mata. Namun karena UU Dana Pensiun memberi aturan yang bersifat wajib bagi perusahaan pendiri dana pensiunan utamanya dana pensiun di badan usaha milik negara (BUMN) seperti Pertamina yang mendirikan DPP, menjadi wajib untuk tidak sampai terjadi gagal bayar dengan cara perusahaan Pertamina mengeluarkan imbuhan iuran atau disebut Top Up setiap tahunnya. Dan, Top Up dari perusahaan Pertamina terhadap DPP terus menerus dikucurkan setiap tahunnya selama Adrian Rusmana sebagai Presdir DPP.

Ironisnya lagi menurut Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi, keuangan dan harta kekayaan yang menjadi aset DPP yang pada tahun 2014 saat DPP dibawah Presdir M Helmi Kamal Lubis sebesar Rp. 10,1 trilyun. Di era Presdir DPP Adrian Rusmana tinggal Rp. 8,9 trilyun atau berkurang Rp. 1,2 trilyun. Ini ‘kan sudah tak pantas lagi Adrian Rusmana dipertahankan sebagai Presdir DPP yang kinerjanya begitu buruknya.

Pendiri dan Kahumas eSPeKaPe Teddy Syamsuri pernah memperoleh masukan dari Presiden FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) Ir. Arie Gumilar, yang dengan lirih sempat menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Pihak FSPPB ingin memberikan masukan kepada pihak perusahaan Pertamina, baik untuk BOD (Badan Organisasi Direksi) maupun BOC (Badan Organisasi Komisaris), untuk bisa berusaha menaikkan uang MP pasti dan berkala bagi pensiunan yang masih banyak menerima dibawah Rp. 1 juta dan diharapkan paling tidak mendekati standar pengupahan LHK (layak hidup untuk kesejahteraan).

Artinya, pihak FSPPB yang sesama Keluarga Besar Pertamina dan bisa disebut yunoirnya karena bagi pekerja yang masuk ke Pertamina sebelum tahun 2005 dan saat masa berakhir kerjanya nanti, itu masih masuk status pensiunan Pertamina. Tentu punya kepentingan mereka untuk mendukung perjuangan eSPeKaPe.

Menutut Sekretaris eSPeKaPe Yasri Pasha Hanafiah, aksi protes yang akan langsung dipimpin oleh Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi. Sekalipun orangnya sedikit karena rata-rata berusia diatas 65 tahun sehingga ada yang karena faktor kesehatan termasuk ketiadaan dana sehingga terpaksa tidak ikutan, tidak masalah.

Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi menurut Yasri Pasha selain memiliki anak didik tingkat SMK yang bernama SMK Yake (Yayasan Karya Enam-enam), sebagai aktivis dan pejuang yang konsisten membela kebenaran dan keadilan hakiki, akan tampil untuk memimpin aksi protes eSPeKaPe di kantor Pertamina Pusat. Aksi protes yang arahnya ditujukan kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati yang dalam kapasitas sebagai Pendiri DPP eks officio.

“Aksi Protes eSPeKaPe yang direncanakan hari Rabu/Kamis, 18/19 Maret mendatang itu, tentu akan didahului dengan kirim surat resmi eSPeKaPe kepada Kapolres Metro Jakarta Pusat perihal pemberitahuan. Semoga saja, jika jadi, situasinya tetap kondusif. Dan, yah diharapkan untuk Dirut atau Direksi Pertamina lainnya janganlah menganggap remeh atas aksi protes eSPeKaPe, jangan mengucilkan dan mengecilkan. Jika bersikap seperti itu, dikhawatirkan Ketua Umum eSPeKaPe yang aktivis dan pejuang Angkatan 1966 selain menjadi kesal, geram dan bisa jadi marah, janganlah disalah-salahkan. Deklarasi “Tiga Hal Penyebab Kerusuhan” sebagai kado ulang tahun Presiden Soeharto dan masih jaya-jayanya, adalah suatu triger Pak Harto lengser tahun 1998 hanya karena kurang peduli pada deklarasi KAP-AMPERA yang dikomandoi Binsar Effendi, adalah pengalaman diri Ketua Umum eSPeKaPe yang belum hilang dari memorinya. Artinya, tak pernah gentar apalagi takut dalam membela kebenaran dan keadilan yang menurut beliau hakiki”, ujar Sekretaris eSPeKaPe Yasri Pasha menambahkan keterangan Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi.

Menurut Pendiri dan Kahumas eSPeKaPe Teddy Syamsuri, merasakan hal ihwal penderitaan pensiunan Pertamina khususnya yang berhimpun di eSPeKaPe sejak memperjuangkan penolakan RUU Migas 2001 menjadi undang-undang, pembubaran UU Migas No. 22 Tahun 2001 tentang Migas yang liberalisme karena harga jual bahan bakar minyak (BBM) harus mengikuti mekanisme harga yang sehat. Perjuangan membubarkan BP Migas karena tidak sesuai dengan konstitusi negara. Menuntut Blok Mahakam Untuk Rakyat. Menuntut pembubaran Petral yang diduga menjadi sarang dan kartel mafia migas. Termasuk memperjuangkan penolakan logo baru Pertamina yang tidak melalui tender serta belum mencabut lebih dulu untuk tidak berlakunya logo lama yang sudah masuk di lembaran negara, sampai menggugatnya ke KPPU dan berhasil dimenangkan hal perdatanya. Ini semua sudahlah terdokumentasi sebagai privilege perjuangan eSPeKaPe yang sulit terbantahkan.

“Oleh sebab itu, dalam kapasitas saya sebagai Pendiri eSPeKaPe dengan adanya panggilan atas kewajiban dan tanggungjawab moralnya sebagai pendiri, ketimbang nantinya citra Pertamina yang sudah mulai bergeliat dipercaya publik setelah Basuki Tjahja Purnama (BTP) alias Ahok masuk menjabat Komisaris Utama Pertamina menjadi berbalik buruk akibat membiarkan pensiunan Pertamina hidup dalam kubangan garis kemiskinan, eloknya penuhilah tuntutan eSPeKaPe yang disampaikan pada 5 Maret lalu itu. Bagaimanapun eSPeKaPe hanya butuh adanya perasaan empati Dirut Pertamina, Direksi Pertamina dan Dewan Komisaris Pertamina atas adanya keprihatinan yang sangat pedih yang sedang dihadapi sebagian besar pensiunan Pertamina. Dimaksudkan agar memalukan citra Pertamina yang saat ini sedang move on ini”, pungkas Pendiri dan Kahumas eSPeKaPe Teddy Syamsuri mendampingi Ketua Umum Binsar Effendi Hutabarat dan Sekretaris Yasri Pasha.|DHAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.