Home ESDM Curhat Pensiunan Pertamina, Bikin Surat Terbuka

Curhat Pensiunan Pertamina, Bikin Surat Terbuka

0
Istimewa
Gedung Pertamina /Istimewa

CATATAN REDAKSI:

Pensiunan Pertamina yang berhimpun eSPeKaPe membuat sebuah Surat Terbuka kepada DR. Iwan Ratman, Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raya Migas (Kutai Kartanegara Kalimantan Timur).  Surat yang dibuta itu menjawab Iwan Ratman atas wawancaranya dengan Gigin di Bravos Radio. Tema wawancara Gigin yang merupakan wartaewan Senior dan Iwan Ratman tokoh Energi memang membahas topik kritikan yang menyoroti harga minyak dunia turun tapi kok Pertamina belum juga menurunkan harga BBM-nya.

Berikut isi surat terbuka eSPeKaPe yang Redaksi terima  dan kami muta secara utuh.

-REDAKSI-

Surat Terbuka Untuk DR. Iwan Ratman, Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raya Migas.

Kepada Yang Terhormat,

Bung Iwan Ratman.

Ass.Wr.Wb. Selamat Malam dan Selamat Beribadah Shaum di bulan suci Ramadhan 1441 H. Semoga Bung Iwan Ratman, Dirut PT Mahakam Gerbang Raya Migas dan Keluarga Besar-nya dalam keadaan sehat-sehat selalu serta tidak kekurangan suatu apapun.

Semoga jenengan senantiasa dirahkmati dan dimuliakan Gusti Allah SWT. Aamiin Ya Robal Alamin.

Sudah saya dengar dengan baik wawancara Bung Iwan Ratman dengan Bung Gigin P dari Bravo’s Radio dengan topik bahasan yang intinya kenapa harga minyak dunia turun kok Pertamina belum juga menurunkan harga BBM-nya.

Dengan jelas diterangkan jenengan bahwa Pertamina dalam kondisi demikian memang dilema. Pasalnya ditengah wabah Covid-19 yang namanya demand untuk BBM didalam negeri juga menurun. Sementara pengadaan BBM yang ada di kilang atau terminal saat menyimpan sebelumnya harga minyak dunia masih belum turun.

Jika kemudian untuk memenuhi istilah common sense dengan menurunkan harga BBM mungkin saja bisa dilakukan, tapi kilang dan terminal penyimpanan BBM yang masih banyak tersedia harus dihentikan pengoperasionalannya yang meski shut down tapi biaya maintenance tetap jalan. Ini keterangan jenengan yang sangat bijak. Termasuk bagaimana Pertamina untuk menggaji para pekerjanya.

Disisi lain sebagaimana kita ketahui bersama penanganan Covid-19, Pertamina nampaknya punya peran lebih ketimbang peran BUMN yang lain. Contohnya RSPJ dijadikan rawat inap bagi pasien Covid-19 yang berat, termasuk Hotel Patra Comport bekas Seamen Club yang bersebelahan dengan RSPJ, itupun digunakan untuk penanganan pasien Covid-19. Tentu Pertamina secara pasti sangat banyak mengeluarkan dananya untuk itu. Belum program bantuan pemberian masker kepada masyarakat termasuk jika tidak keliru juga membagikan bansos sembako.

Sehingga bagi kita, pensiunan Pertamina yang berhimpun di eSPeKaPe dan juga jenengan yang juga Keluarga Besar Pertamina, memang dikehendaki bersikap bijak. Sebab bencana nasional non-alam wabah penyakit Covid-19 yang mendunia ini kan baru kali ini terjadi begitu dahsyatnya. Di usia saya melewati 70 tahun, belum pernah mengalami ujian dan peringatan dari Gusti Allah SWT yang begitu dahsyat. Nah, ini yang mungkin diutamakan untuk kita sikapi secara bijak, agar wabah penyakit Covid-19 segera berlalu.

Jika ada publik yang di medsos terus komen soal harga minyak dunia sudah turun tapi Pertamina belum juga menurunkan harga jual BBM-nya. Memang itu hak publik yang juga dijamin konstitusi. Hanya saja publik juga mestinya mendengar saat Dirut Pertamina Nicke Widyawati memberi jawaban saat hearing dengan Komisi VII DPR. Tapi memang tidak cukup, karena transparansi soal migas ini sangatlah sensitif. Seperti jenengan juga menyimak kontrak impor minyak yang mustinya dihitung saat ketentuan harga dikapalkan, itu juga sangat perlu Bung Iwan Ratman sampaikan kepada Pemerintah atau ke Pertamina.

Teddy Syamsuri, Pendiri eSPeKaPe /st

Untuk Bung Iwan Ratman ketahui. Bung Binsar Effendi Hutabarat selaku Ketua Umum eSPeKaPe dan saya selaku Pendiri eSPeKaPe, sejatinya sedang dirundung keprihatinan yang dalam. Sebab sekitar 2000 anggotanya Dan ada sebagian pengurus eSPeKaPe se Jabodetabek, yang jadi pensiunan sebelum tahun 2005 yang sampai saat ini sebagian besar masih banyak yang menerima uang manfaat pensiun (MP) dibawah Rp. 1 juta.

Setelah menjalani masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertamanya dengan selamat dan tetap Stay At Home. Untuk PSBB lanjutannya, sudah banyak keluhan dan kehidupannya goyah. Pasalnya mereka diambang masuk menjadi masyarakat yang disebut KELOMPOK RENTAN MISKIN. Enggak tahu, apakah ada empati dari perusahaan Pertamina yang pernah dirintis, dibangun dan dibesarkannya, Wallahualam Bhisowab. Ini hanya sekedar sharing saja, yang mungkin meski beda domain tapi suasana kebatinannya pensiunan Pertamina yang berhimpun di eSPeKaPe ini sepertinya juga sama dikeluhkan oleh suasana kebatinannya publik yang ingin harga BBM bisa turun sehubungan harga minyak dunia anjlok.

Pendiri eSPeKaPe, Teddy Syamsuri berama Iwan Ratman/ist

Namun karena terdahulu kita, eSPeKaPe, bekerja agar Pertamina tetap patuh menjalankan amanah Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 45 sekaligus serta tetap dihandalkan untuk menjadi Agent Of Development. Mungkin ditengah begitu tingginya kontribusi perusahaan Pertamina untuk ikut serta menangani Covid-19, mungkin asas untuk saling memaklumi alangkah baiknya menjadi penilaian bijak kita terhadap perusahaan Pertamina yang sama-sama kita cintai ini.

Kami di eSPeKaPe akan tetap konsisten dan terus tegak lurus terhadap komitmennya untuk Kawal Pertamina Harga Mati. Kami, berharap meski Bung Iwan Ratman sudah menjadi dirut disebuah perusahaan migas swasta, tapi karena Bung Iwan Ratman adalah bekas pejabat di Pertamina juga (Presiden FSPPB Bung Arie Gumilar, mengakui dan memberi apresiasi juga terhadap jenengan), mari kita tetap mencintai Pertamina meskipun langit mau runtuh.

Demikian panjang lebar sekedar berbagi pengalaman antara kami di eSPeKaPe dengan jenengan yang terdahulu diperjuangkan secara all-out untuk bisa memimpin Pertamina, ikatan tali silaturahmi tak patut terputus adalah sesuatu yang sangat kami harapkan.

Jaga kesehatan selalu dan semoga wabah Covid-19 segera selesai, habis dan tuntas, agar kehidupan kita sebagai bangsa yang besar, bangsa pejuang dan bangsa petarung kembali normal seperti sediakala.

Salam takzim.

Jakarta, 30 April 2020.

Pendiri eSPeKaPe, Teddy Syamsuri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.