Home Ekbiz Corporate Is This The End of Oil Era?

Is This The End of Oil Era?

0
Dr Ardian Nengkoda/zoom

ENERGYWORLDINDONESIA – Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Komisariat Saudi Arabia (KSA)  menggelar IATMI TALK pada 4 Juli 2020. Menghadirkan Dr Ardian Nengkoda dan Prof Dr Oki Muraza.

Ardian Nengkoda adalah SPE Journal of Petroleum Technology (JPT) Editorial Committee. Lead Facilities Development Aramco dan Oki Muraza adalah Dept Of Chemical Engineering & Center of Excellence di Nanotechnology King Fahd University of Petroleum & Minerals.

Tema yang dihadirkan sangat mengejutkan sekaligus menarik “Is this the end of oil era?” dalam diskusi ini adalah merespon atas Wabah Pandemi Covid19 ini.

“Dalam dunia migas tetap harus dituntut inovasi terus, secara langsung Pandemi ini ber berdampak insustri migas pertama kali secara langsung menurunnnya aktivitas explorasi dan prodution dan itu bukan hanya operation company juga tapi  service company juga dll.

Pada Desember 2019 tak menyangka akan menyangka akan datang pandemic ke seluruh dunia. Apa yang saat ini terjadi?

“Pada 21 April mendasar, over supply, demand Low Des -jan…dan masuk pandemi jadi iventori terbatas, store full terbatas. Bahkan kapal-kapal tengker kosong jadi storege

Minyak -mintak di amerika  di noth amerika, mekaninesme pasar dan spekulan

Bahwa minyak dunia itu future atau foward harga disepakati saat ini  akan diterima dua tiga bulan akan datang. Market price oil mecanism itu. Yang menarik over supply yes. demand lesu kemudian pada saat itu price wars, tak benar-benar perang, ada opec dengan rusia Plus..

Opec Plus itu definisinya dengan opec dengan rusia ada tensi geo politic pada nov des di timur tengah.

Strateginya Negara-negara opec tak bersepakat untuk meningkatnya produksi minyaknya.

Ardian juga menambahkan bahwa harus diingat sejak 2012 secara teknologi sukses supply kebanyakan minyak di usa sejak 2012 mampu produksi dari level 6 juta barel per day menjadi sampai 13 juta barel per day minyak bumi di AS.

Market itu over. Gap antara demand dan supply. Supply kebanyakan.

Lantas apa apa yang mempengaruhi harga minyak?

Supply demand termasuk variabel lain market inventory. Demand menurun sejak Januari-April aktivitas industri menurus transport, dll menurun. Kita terpaksa social distand dan jauh dari pandemic.  Agar sehat jauh dari pandemic harga minyak pertumbuhan ekonomi subsidi, cuaca, subsidi energy alternatif.

“Kontrak berjangka…90-95% perdaganganya lewat paper market. Yang sesungguhnya. Lengkapnya silakan  simak di video ini.

https://www.youtube.com/watch?v=FlajKGaDqXI

EWINDO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.