Home Ekbiz Corporate Respons Greenpeace terhadap pernyataan Asia Pulp & Paper yang membantah pembukaan lahan...

Respons Greenpeace terhadap pernyataan Asia Pulp & Paper yang membantah pembukaan lahan gambut

0
Fires on the peatland at palm oil concession of PT Globalindo Agung Lestari (GAL) in Mantangai, Kapuas district, Central Kalimantan./© Jurnasyanto Sukarno / Greenpeace

ENERGYWORLD.CO.ID – “Greenpeace telah memberikan bukti jelas [1] yang menunjukkan Asia Pulp and Paper (APP) membangun kanal baru di lahan gambut [2] serta merusak vegetasi alami yang bertentangan dengan komitmen mereka sendiri. APP tidak punya bukti untuk membantah ini,” kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Southeast Asia.

Perusahaan APP tidak menunjukan dimana bukti peta lahan gambut yang mereka klaim ‘sangat akurat’ dari tahun 2018? Di mana citra satelit yang membuktikan bahwa mereka tidak menggali lagi saluran drainase di lahan gambut?

“Gambar satelit yang menunjukan kebakaran di konsesi APP pada akhir Juni 2020 tidak dapat dibantah. Namun APP mengklaim bahwa ia memiliki kebijakan ‘Tanpa Bakar’ dan tidak terlibat dalam pembakaran lahan untuk pembukaan lahan, sebaliknya menyalahkan petani sekitar atas kebakaran tersebut. ”

“APP memperdagangkan produknya di seluruh dunia, termasuk untuk perusahan merek-merek besar seperti Unilever, Nestle, Askul, dan Woolworths, meski mereka merupakan pihak yang paling bertanggung jawab atas pelanggaran lingkungan dan hak asasi manusia.”

Dunia tersentak oleh virus Corona yang diduga tergolong zoonosis atau penyakit ditularkan dari hewan akibat perusakan habitat oleh pembukaan lahan hutan sebagai pendorong utamanya. Perusahaan mana pun tidak pantas mengaku peduli lingkungan jika masih terus berbisnis dengan APP hingga ia membuat perubahan nyata, termasuk secara terbuka berbagi peta dan data kepada publik, menghormati komitmennya pada konservasi hutan dan lahan gambut serta menyelesaikan banyak pelanggaran HAM yang terkait konsesi pemasoknya.

Catatan:

[1] Dalam analisis Greenpeace, sumber data dan peta telah tercantum jelas sehingga tidak masuk akal bagi APP untuk mengklaim mereka tidak tahu peta apa yang digunakan.

[2] Area pembukaan lahan terjadi di dalam zona yang dilindungi berdasarkan dari Peta Fungsi Ekologi Gambut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan***

SIARAN PERS / by Greenpeace Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.