Home BUMN Membangun Integritas di Perusahaan BUMN, Krakatau Steel Sebagai Role Model

Membangun Integritas di Perusahaan BUMN, Krakatau Steel Sebagai Role Model

0
Oleh Helmansyah Moeis *)
Buku berjudul Titik Nol Serikat Karyawan Krakatau Steel yang baru saja di launching bersamaan dengan hari ulang tahun Krakatau Steel yang ke 50 pada tanggal 31 Agustus 2020, membawa pembacanya untuk membayangkan peristiwa demi peristiwa sejak tahun 1997 sampai dengan hari ini. Peristiwa yang disajikan tidak sebagai berita yang terang benderang tersaji, yang membuat pembaca tinggal menerima fakta-fakta sebagai cerita yang mengalir. Sangat jauh dari itu, karena disajikan seperti cerita novel pergulatan pemikiran dari seorang peletak dasar pendirian Serikat Pekerja di perusahaan BUMN, Badan Usaha Milik Negara.
Di awali dengan peristiwa reformasi yang bergulir tahun 1998,yang kemudian merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, dari negara otoritarian menuju negara demokrasi. Berimbas kepada perusahaan-perusahaan milik negara, dimana proses pergantian direksi diwarnai harapan-harapan keterbukaan dalam proses seleksi calon direksi,dan kemudian berimbas pada eksistensi status Korpri di perusahaan.
Serikat Pekerja Mandiri
Tarik ulur keberadaan Korpri sebagai satu-satunya wadah organisasi kekaryawan di perusahaan BUMN mewarnai hari-hari setelah reformasi nasional digulirkan.
Ada beberapa pemikiran yang berkembang,yaitu tetap dalam wadah Korpri,atau bergabung dengan Serikat Pekerja sejenis yang tidak berafiliasi atau berafialiasi dengan kekuatan politik di luar perusahaan,atau menjadi Serikat Pekerja Mandiri.
Jika memilih salah satu alternatif,tentunya harus menjadi kesepakatan karyawan di perusahaan,bahkan jika perlu dengan proses Musyawarah Bersama. Pergolakan pemikiran dan gesekan2 tersebut terasa di awal2 reformasi,terutama di perusahaan baja terbesar ini.
Purwo Jatmiko disatu pihak dengan Budi Santoso adalah pendiri serikat pekerja krakatau steel, keduanya diawal terlihat berseberangan karena mewakili kepentingan karyawan tingkat manajerial dengan tingkat pelaksana. Budi Santoso mewakili karyawan pelaksana dengan barisan yang jumlah terbanyak, selama ini tidak merasa aspirasinya tersalurkan di bawah Korpri,tentunya berkeinginan membentuk Serikat Karyawan yang berpihak kepada nasib karyawan pada umumnya.
Purwo berfikir bagaimana Serikat Karyawan bukan menjadi berhadap-hadapan dengan Pimpinan Perusahaan, tetapi mitra yang sejajar,sehingga keanggotaan Serikat, dikelola bersama dengan tujuan tidak terdapat dikotomi dalam kepengurusan,dan keberpihakan yang seimbang antara kepentingan karyawan dengan kemajuan perusahaan.
Kompromi yang terjadi adalah membentuk Serikat Karyawan yang mandiri tidak berafiliasi kemanapun dan keanggotaannya semua karyawan,baik level manajerial dan pelaksana. Dalam pelaksanaan pemilihan Ketua Umumnya,dipilih oleh wakil-wakil dari unit-unit kerja yang ada, demokrasi perwakilan.
Membangun Integritas
Langkah berikutnya adalah membangun integritas di pengurus,dilingkungan kerja dan di perusahaan. Komitmen untuk perubahan dari manajemen tertutup menjadi terbuka,lambat laun dilakukan oleh perusahaan dan didukung oleh Serikat Karyawan. Citra buruk yang melekat pada perusahaan BUMN,sebagai perusahaan yang tdk effisien dan merugi,dan terjadinya praktek-praktek tidak terpuji, mulai dihapus.
Terbukti pada tahun 2001 perusahaan labanya meningkat,dan konsekuensinya memberikan bonus 10 kali gaji (hal 145). Peristiwa bersejarah yg belum pernah terjadi selama perusahaan berdiri sejak 31 Agustus 1970.Disambut dengan antusias,karena buah dari kerja keras dari karyawan,dihargai oleh perusahaan. Berkat kepemimpinan Purwo Jatmiko sebagai Ketua Umum SKKS yang pertama, SKKS mendapat undangan untuk menjadi pembicara pada kegiatan International Labour Organization (ILO) di Ulan Bator,Mongolia.
Barangkali SKKS adalah role model yang pertama dari perusahaan BUMN yang mampu membentuk Serikat Karyawan Mandiri tanpa gejolak yang berarti. Dengan demikian masyarakat dunia belajar kepada SKKS dan SKKS memberi sumbangsih pemikiran kepada dunia(hal 225).
Langkah kedepan
Budaya keterbukaan yang sudah tercipta,dengan kepemimpinan yang dikembangkan oleh SKKS,kedepan mulai diantisipasi menghadapi perubahan demi perubahan yang serba cepat di era digitalisasi.Generasi yang muncul dimasa datang adalah generasi yang berbeda dengan generasi saat SKKS tahun 1999 didirikan. Tantangan generasi sekarang tentunya sangat kompleks memasuki era industri 4.0,yang lambat laun meninggalkan peran manusia dalam proses industri.
Manusia yang secara alami terseleksi untuk bekerja di perusahaan/pabrik baja pasti akan terpilih yang mampu menghadapi tantangan ke depan.Dalam kata lain bukan tidak mungkin mesin-mesin dan sistem kerjanya akan berubah, dan keterlibatan orang dalam proses industrinya akan disesuaikan dalam segala bidang.
Peranan Serikat dimasa depan mungkin tidak sekuat seperti sekarang, terutama jika sudah tumbuh kesadaran bersama dari pihak perusahaan dan karyawan,dalam menghadapi tantangan dimasa depan.
Mengenang pendiri
Buku yang dimaksudkan untuk mengenang Purwo Jatmiko, pendiri dan Ketua Umum pertama SKKS ini,yang telah meninggal dunia pada tanggal 21 Maret 2020,di Djogdjakarta ini adalah berisi pergolakan pemikiran dari almarhum dan kawan2 saat akan menentukan bentuk dan arah dari pendirian serikat karyawan pengganti Korpri. Disajikan dengan cerita yang bersifat imajinatif sebagian,dan sebagian lagi diolah dari kesaksian teman-teman dekatnya.
Karena bersifat imajinatif,pembaca setidaknya diajak membaca pikiran dan dialog,yang sifatnya imajinatif. Hal ini dikarenakan buku ini disusun setelah almarhum meninggal dunia, dan cara penyajiannya seolah-olah almarhum masih berada dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi, terutama dialog-dialog yang berlangsung. Dalam hal ini penulis buku yaitu Muhammad Rois Rinanldi berhasil menyajikan seluruh isi buku tanpa kita sadari,bahwa ini merupakan biograpi dari almarhum Purwo Jatmiko.
Last but not least buku ini layak dibaca oleh terutama pengurus Serikat Karyawan diperusahan manapun, dan juga terutama pimpinan perusahaan. Menurut hemat saya almarhum Purwo Jatmiko berhak atas penghargaan dari perusahaan senilai dengan usahanya membangun kerjasama dan menumbuhkan integritas di perusahaan. Penghargaan Karya Integritas Utama.
Bandung,4 September 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.