APAKAH BANGSA INDONESIA BANGSA “BAR BAR ” ?

    0
    Ahmad Daryoko/ist

    Oleh : Ahmad Daryoko
    Koordinator INVEST.

    Adalah fakta tgl 1 Oktober dinihari di tahun 1965 telah terjadi pembantaian 6 Jenderal dan satu Perwira menengah dng dikubur di sebuah lobang di daerah Pondok Gede ! Pertanyaannya apa iya sebuah partai yg ingin berkuasa kemudian menerapkan strategi “bar bar” seperti ini ? Partai adalah komunitas orang2 pandai, ahli politik, ahli strategi, ahli tata negara dst. Kalau faktanya membantai sesama anak bangsa, apa jadinya kalau partai semacam ini berkuasa ? Dan hal semacam ini memang sudah menjadi karakter atau watak partai itu ! Disekitar tahun 1948 pun partai ini hobbynya “menyembelih” Ulama dan Santri ! Sekali lagi hobby membunuh, menyembelih musuh2 politiknya, memang sudah menjadi “watak” dari Partai ini. Orang Jawa bilang, kalau watuk ( batuk ) bisa di obati tetapi “watak” tidak bisa di obati. Artinya kalau Partai semacam ini ( tegasnya PKI ) di hidupkan lagi, maka tradisi “bar bar” itu pasti akan terulang lagi karena sudah “ambeded” atau menyatu dng Ideologi Atheis nya.

    Makanya wajar pihak2 yg pernah merasakan “teror” Partai ini memiliki “trauma” yang sangat mendalam !

    Untuk itu para simpatisan PKI juga hrs maklum dng gerakan2 yg “traumatis” dng kebangkitan PKI ini.

    Ungkapan2 “execuse” para simpatisan PKI yg antara lain memungkiri kesaksian seorang polisi Sukitman yg ikut “terciduk” di Lobang Buaya, hanya akan menunjukkan bahwa anda2 pun memiliki bakat bar bar yg sangat berbahaya bagi NKRI ! Sekali lagi manuver PKI adalah “bar bar” yg tdk pantas ada pada diri manusia yg ber Tuhan ! Tetapi untuk PKI memang pantas berbuat “bengis” spt itu , karena ber Ideologi anti Tuhan !

    Dan bangsa lain pasti tidak mau tahu atas apa yg terjadi di Indonesia pada 30 September 1965 itu ! Mereka pasti masih mempertanyakan bahwa jangan2 sebenarnya Bangsa Indonesia ini memang bar bar ! Betulkah demikian ?

    JENIS “BAR BAR” YG LAIN !

    Bar bar diatas itu berjenis “horor”, sadistis, bengis , peradaban binatang. Yg membunuh korbannya dengan jurus cepat dan sadis, dan ber darah2. Dilakukan oleh manusia2 “un educated” atau hanya mengandalkan otot.

    Ada juga jurus “bar bar” lain yg terlihat “educated”, ilmiah, halus, gemerlap cahaya kemewahan, berlimpah uang, tetapi sama2 mematikan juga dan bahkan bersifat kolosal !

    Apa itu ?

    Yaitu manuver liberal dan serakah para oknum pejabat/mantan pejabat yang “menyelewengkan” kekuasaan mereka !

    Contohnya di sektor Ketenagalistrikan !

    Awalnya mereka merubah “sudut pandang” bahwa listrik yang sejak Kemerdekaan di kelola sebagai “public good” dan Infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat (sesuai Konstitusi ), dirubah menjadi “Commercial good” dan listrik menjadi barang dagangan ! Maka dibikinlah UU Ketenagalistrikan yg menghalalkan listrik sebagai barang dagangan. Meskipun UU tersebut sudah dibatalkan MK pasal2 liberal/bisnisnya tetapi dengan menggunakan kekuasaan para oknum pejabat diatas melanggarnya. Hal ini mereka lakukan karena mereka memiliki “saham bodong” pada pembangkit2 listrik swasta IPP yang Asing dan Aseng itu.

    Dan akibatnya krn listrik swasta sudah menguasai 90% terjadilah mekanisme pasar bebas ( Multi Buyer and Multi Seller atau MBMS ) dan merekalah yg menentukan tarip listrik itu ! Dan akhirnya pada 2020 ini Pemerintah terpaksa memberikan subsidi ke Kartel Listrik Swasta tersebut sekitar Rp 150 triliun ( padahal saat PLN yg kelola hanya sekitar Rp 50 triliun per tahun ), agar listrik bisa tetap dijual ke masyarakat sesuai UU ( tetap terjangkau ).

    Tetapi bila tahun depan ( 2021 ) tidak ada lagi yg memberi hutangan LN ke Pemerintah, niscaya kita semua rakyat Indonesia akan menyusul nasib Philipina. Yaitu listrik akan naik sekitar 4-5x lipat saat ini.

    Dan tdk bisa mengadu kemanapun krn PLN akan dibubarkan (karena tidak berfungsi lagi).***

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.