Home BUMN POTENSI TARIP LISTRIK NAIK 500% PADA 2021

POTENSI TARIP LISTRIK NAIK 500% PADA 2021

0
Istimewa

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Siaran Pers Kemenkeu tgl 8 Nopember 2020 ( Repelita Online ) menyatakan bahwa subsidi kelistrikan tahun ini sebesar Rp 200,8 triliun. Atau membengkak 4x lipat subsidi listrik saat masih sepenuhnya dikelola oleh PLN (yang hanya rata2 Rp 50 triliun per tahun).

Sehingga bila tahun depan APBN kita tdk mampu menutup angka tersebut, maka dipastikan tahun 2021 tarip listrik akan naik 500% dari saat ini seperti dialami rakyat Phipina saat National Power Corporation (NAPOCOR) dijual/di privatisasi ke AS,Jepang, Korea, Jerman, Perancis dll pada tahun 2007.

Tetapi kalau Pemerintah tahun depan masih mendapatkan hutangan LN (indikasi kuatnya dari China ) maka subsidi bisa ditutup dan tarip listrik naik tapi tidak sampai melonjak. Bahkan dalam golongan tarip tertentu masih tetap atau bahkan turun.

Selanjutnya bisa dibayangkan kalau setiap tahun Pemerintah harus mengeluarkan subsidi listrik swasta tersebut, maka sampai akhir 2024 (akhir Pemerintahan Rezim) bisa diprediksi RI akan berhutang ke China sekitar Rp 1400 – Rp 1500 triliun. Atau tiga kali lipat biaya pembuatan Ibu kota baru ! Ingat itu khusus untuk membiayai subsidi listrik akibat PLN saat ini 90% sudah dikuasai Kartel Listrik Swasta !

SIAPAKAH KARTEL LISTRIK SWASTA ITU ?

Kartel listrik swasta diatas (pembangkit2 nya yang disebut IPP) adalah milik Oligarkhi oknum pejabat Pemerintah/mantan spt Luhut Binsar P (Menko Maritim), Erick Tohir (Men BUMN), JK ( mantan Wapres ), Dahlan Iskan (mantan Men BUMN/DIRUT PLN) dkk yang berkongsi dng Asing/Aseng menguasai PLN.

Bahkan Menteri BUMN melarang pembangkit2 PLN beroperasi ( Tempo 14 Desember 2019, YouTube kuliah umum di hotel Richcarlton 26 Januari 2020, Jawa Pos 16 Mei 2020 ) sehingga saat ini 17.000 MW pembangkit PLN mangkrak.

Sedangkan jaringan ritail PLN sudah dijual oleh Dahlan Iskan antara 2010-2011 saat ybs menjabat DIRUT PLN.

Jaringan transmisi dan distribusi PLN sdh disewa oleh Kartel Listrik Swasta itu.

Artinya seluruh jaringan instalasi PLN terutama yang di Jawa – Bali mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, sampai Ritail sudah dikuasai listrik swasta yang merupakan Oligarkhi oknum pejabat diatas serta Asing/Aseng !

Itulah makanya harga listrik menjadi sangat mahal !

MAGELANG, 14 DESEMBER 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.